OJK Sultra Dorong Gerakan Menabung di Kalangan Pelajar Bombana, Wujudkan Target Inklusi Keuangan Nasional

oleh -286 Dilihat

Bombana, Berikabar.co – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah III Sulampua, dan seluruh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) di Bombana, menyelenggarakan Puncak Bulan Literasi Keuangan dan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya masif untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, sejalan dengan target inklusi keuangan nasional sebesar 91% pada 2025 dan 93% pada 2029.

Dalam acara ini, Pemerintah Kabupaten Bombana juga meluncurkan program “Berani Menabung” melalui Program Kejar Emas, yang merupakan bagian dari Program TPAKD yaitu “Satu Rekening, Satu Pelajar, Generasi Bombana Cerdas”. Acara yang mengusung tema “Cerdas Menabung untuk Indonesia Emas dan Gemilang (CEMERLANG)” ini diikuti oleh sekitar 350 perwakilan pelajar, kepala sekolah, dan guru dari tingkat SD, SMP, dan SMA.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, menyampaikan salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini. “Membangun kebiasaan menabung sejak dini melalui gerakan nasional satu pelajar satu rekening, sehingga anak-anak kita terbiasa menunda konsumsi, merencanakan masa depan, dan memiliki bantalan keuangan untuk pendidikan serta wirausaha di kemudian hari. Di tahun 2025, saya dan teman-teman menginginkan semua pelajar Bombana mempunyai rekening tabungan dan saya memiliki harapan di tahun ini Bombana masuk 3 besar Kabupaten Paling cerdas keuangan di Sulawesi Tenggara,” ujar Bismi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Edukasi, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Kelembagaan Kantor Perwakilan LPS III Sulampua menegaskan kolaborasi penting antara LPS dan OJK. “LPS bersama dengan OJK sebagai regulator di industri perbankan, senantiasa berkolaborasi untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia agar masyarakat dapat mengelola keuangannya dengan bijak. Kegiatan kita pagi ini adalah salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut. Hal ini juga sejalan dengan tujuan dibentuknya LPS, yaitu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan. Selain itu, kebiasaan menabung melatih kita untuk lebih bijak, dan lebih disiplin dalam mengelola keuangan kita,” tuturnya.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi Apresiasi Upaya Dekarbonisasi PT Vale Indonesia Tbk di Festival LIKE 2

Acara ini ditutup dengan penyerahan simbolis Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel), yang secara nyata berhasil mengumpulkan 8.169 rekening dengan total nominal Rp106.491.100, hasil dari partisipasi perbankan di Bombana. Hal ini menjadi langkah konkret untuk menumbuhkan budaya menabung sejak dini.

Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, optimis bahwa kegiatan ini akan memberikan dampak positif bagi para pelajar. “Saya punya keyakinan pertemuan ini akan melekat dalam pikiran dan hati nurani adik – adik pelajar Bombana karena ini sudah dipersiapkan oleh Pemerintah Daerah Kab. Bombana agar adik – adik pelajar bisa memahami pengelolaan keuangan yang baik,” kata Bupati. Ia juga berharap budaya menabung ini dapat terus diterapkan kepada seluruh lapisan masyarakat di masa depan.