Kendari, Berikabar.co – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Lokakarya Pengelola Perpustakaan Masjid Tingkat Provinsi. Kegiatan yang dibuka oleh Kakanwil Kemenag Sultra, H. Muhamad Saleh, ini bertujuan menjadikan masjid sebagai pusat peradaban, literasi, dan pemberdayaan umat.
Turut hadir dalam acara ini Kasubdit Kepustakaan Islam Kemenag RI, Hj. Nur Rahmawati, beserta tim, sejumlah pejabat Kemenag Sultra, serta perwakilan pengelola perpustakaan masjid dari seluruh kabupaten/kota se-Sultra.
Muhamad Saleh memaparkan beberapa peran strategis perpustakaan masjid. Pertama, menumbuhkan budaya literasi agar masyarakat gemar membaca dan memperluas wawasan keislaman dan kebangsaan. Kedua, mendukung fungsi masjid sebagai pusat pendidikan umat, bukan hanya tempat shalat, tetapi juga sarana pembelajaran dan pengembangan keilmuan. “Ketiga, menguatkan moderasi beragama melalui koleksi bacaan yang sehat, menyejukkan, dan mendidik, sehingga umat terhindar dari pemahaman ekstrem dan sempit,” ungkapnya.
Saleh menambahkan bahwa di era digital, tantangannya begitu besar, terutama dengan kebiasaan generasi muda yang akrab dengan gawai dan media sosial. “Jika perpustakaan masjid dikelola secara baik, kreatif dan inovatif, maka ia dapat menjadi ruang alternatif positif untuk belajar, membaca dan berdiskusi,” ujarnya. Dengan begitu, masjid benar-benar bisa menjadi rumah peradaban yang melahirkan umat yang cerdas dan berdaya saing.
Ia berpesan agar pengelola perpustakaan masjid terus meningkatkan kualitas manajemennya, melengkapi koleksi dengan literatur keagamaan, kebangsaan, dan ilmu pengetahuan yang relevan. Saleh juga mengimbau penggunaan teknologi digital serta menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang ramah bagi anak-anak, remaja, dan jamaah.
“Semoga workshop ini mampu melahirkan pengelola perpustakaan masjid yang andal, kreatif serta mampu menjadikan masjid sebagai pusat literasi dan peradaban,” tandasnya.





