IKK Juli 2025 Lesu, Hanya Kelompok Berpenghasilan Rendah yang Optimis

oleh -345 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co— Survei Konsumen dan Perekonomian (SKP) LPS mencatat bahwa Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada Juli 2025 turun 2,5 poin menjadi 96,9, menandai penurunan persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Sorotan optimisme justru datang dari kelompok rumah tangga dengan pendapatan sampai Rp1,5 juta per bulan, yang menunjukkan kenaikan signifikan IKK dari di bawah 100 ke 100,4 — kenaikan 2,3 poin, menjadi kelompok paling optimis.

Di kelompok menengah, IKK RT berpendapatan Rp1,5–3 juta dan Rp3–7 juta per bulan menurun masing-masing sebanyak 4,2 poin dan 1,7 poin, sedangkan RT berpendapatan di atas Rp7 juta per bulan tetap optimistis dengan sedikit peningkatan 0,1 poin, tetap berada di atas level 100.

Penurunan IKK secara umum dipicu melemahnya Indeks Situasi Saat Ini (ISSI) dan Indeks Ekspektasi (IE) — masing-masing turun 3,3 poin dan 1,9 poin — meski IE masih berada di atas angka krusial 100, mencerminkan masih ada optimisme terhadap prospek ekonomi.

LPS menyebut berbagai faktor menyumbang penurunan IKK, termasuk kenaikan biaya pendidikan, stabil harga pupuk yang tinggi, serta anomali iklim yang memengaruhi produksi holtikultura. Banjir dan kelembapan ekstrem turut menyulitkan kondisi pertanian, meskipun pasokan irigasi untuk tanaman padi tetap stabil.

“Selain karena antara lain kenaikan harga sembako dan serapan lapangan kerja yang melandai, penurunan IKK juga dipengaruhi faktor lain seperti harga pupuk yang relatif masih tinggi. Memasuki akhir musim panen, anomali iklim yang melanda sejumlah wilayah, berpengaruh pada hasil produksi panen juga dikarenakan kenaikan biaya pendidikan terkait dengan pengeluaran rumah tangga, yang lebih tinggi pada masa dimulainya tahun ajaran baru,” pungkas Seto Wardono.

BACA JUGA :  Irawati Rustam, Pendamping Desa asal Koltim Raih Prestasi Tingkat Nasional

Walaupun kepercayaan konsumen menurun, harapan terhadap kondisi ekonomi mendatang masih tetap tampak, terutama dari rumah tangga berpenghasilan rendah.