Transformasi Transmigrasi 2025: Gubernur Sultra ASR Siap Dukung Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Berbasis Kawasan

oleh -278 Dilihat

Bali, Berikabar.co – Kementerian Transmigrasi RI hari ini menggelar Rapat Kerja (Raker) tahun 2025 dan Diskusi Program Transformasi Transmigrasi di Denpasar Selatan, Bali. Mengusung tema “Membangun Masa Depan Indonesia Emas Dari Kawasan Transmigrasi: Integrasi Kebijakan dan Upaya Transformasi,” raker ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah.

Dalam forum nasional tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs. H. Asrun Lio., M.Hum., Ph.D, mewakili Gubernur Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), menyampaikan kesiapan Pemerintah Provinsi Sultra untuk mendukung penuh Transformasi Transmigrasi 2025. Program ini, kata Asrun Lio, selaras dengan visi Presiden Prabowo dalam pembangunan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Transformasi Transmigrasi 2025, Gubernur Sultra, Bapak Andi Sumangerukka, insya allah siap mendukung langkah pembangunan ekonomi lokal, terlebih bermuara pada bagaimana peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal inilah yang menjadi salah satu pokok pesan dalam kegiatan ini,” tutur Sekda Sultra.

Asrun Lio menerangkan bahwa pertemuan ini menjadi kunci untuk menyelaraskan kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Tujuannya adalah mentransformasi kawasan transmigrasi menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan, sesuai arahan Menteri Transmigrasi RI yang berfokus pada Industrialisasi dan Perpindahan Penduduk Berbasis Permintaan Daerah.

“Menteri Transmigrasi RI menyampaikan bahwa perpindahan penduduk harus ada permintaan dari Pemerintah Daerah Tujuan, sehingga bukan lagi pusat yang mengatur. Selain itu, Kementerian Transmigrasi juga akan berfokus pada transmigrasi lokal, yaitu pemindahan masyarakat asli daerah tersebut ke tempat tujuan di wilayah yang sama, contohnya di Provinsi Papua Selatan, maupun Masyarakat asli Papua,” lanjut Sekda Asrun Lio.

Lebih lanjut, Asrun Lio menyampaikan pesan dari Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI yang membuka kegiatan secara hybrid. Menko menggarisbawahi urgensi transformasi kawasan untuk membangun perekonomian baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal maupun transmigran. “Dalam pidatonya, Menko menggaris bawahi bahwa urgensi transformasi kawasan untuk membangun perekonomian baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal maupun transmigran, menjadi titik fokus, sehingga rapat kerja harus mampu mensosialisasikan transformasi transmigrasi agar Pemerintah Daerah dapat selaras dengan program pusat,” ucap Sekda mengutip pesan Menko.

BACA JUGA :  BKPM Puji Komitmen PT Vale Dalam Praktik Pertambangan Berkelanjutan

Raker ini juga menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program kerja Kementerian Transmigrasi di semester pertama dan menyiapkan program kerja tahun 2026 yang selaras dengan visi Presiden Prabowo. “Dalam rapat ini, daerah memahami bahwa Kemenko Pembangunan RI secara penuh mendukung lima program prioritas Kementerian Transmigrasi yang dikenal dengan inisial 5T,” tutur Sekda Sultra ini lagi.

Asrun Lio menjabarkan lima program prioritas tersebut, yaitu: Trans Tuntas (penyelesaian masalah lahan dan sertifikasi), Trans Lokal (dukungan pembangunan rumah dan pangan), Trans Patriot (beasiswa pendidikan dan penelitian komoditas unggulan), Trans Karya Nusa (pengembangan usaha dan peningkatan pendapatan transmigran), serta Trans Gotong Royong (peningkatan infrastruktur dan konektivitas wilayah transmigrasi).

Kegiatan ini diawali dengan pembukaan, laporan Sekjen Kementerian Transmigrasi RI, penandatanganan Naskah Kerja Sama antar Daerah, sambutan Menteri Transmigrasi RI, hingga sambutan Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI yang sekaligus meresmikan Raker. Acara ini dihadiri oleh Menteri dan Wakil Menteri Transmigrasi RI, pimpinan kementerian/lembaga terkait, serta para gubernur, bupati, walikota atau perwakilan dari seluruh Indonesia, termasuk Gubernur Banten, Sulawesi Barat, dan Papua Selatan yang hadir secara langsung.