OJK Sultra Edukasi ASN PPPK Bombana Tingkatkan Literasi Keuangan

oleh -330 Dilihat

Bombana, Berikabar.co  — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara berpartisipasi dalam kegiatan edukasi keuangan di Kabupaten Bombana, sebagai bagian dari program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang bertujuan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan di seluruh Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung pada 1 Juli 2025 ini merupakan inisiatif Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana yang menggandeng OJK dan sejumlah pelaku industri jasa keuangan, seperti Bursa Efek Indonesia, MNC Sekuritas, serta BPJS Kesehatan. Sasaran kegiatan adalah para Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK) yang tengah menjalani masa orientasi.

Dalam kegiatan tersebut, OJK Sultra menyampaikan sejumlah materi penting, antara lain pengenalan fungsi dan peran OJK, struktur industri jasa keuangan, prinsip pengelolaan keuangan yang sehat, serta pentingnya mewaspadai aktivitas keuangan ilegal, praktik judi online, dan ancaman kejahatan berbasis social engineering.

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya strategis untuk mendorong peningkatan pemahaman keuangan di kalangan ASN PPPK. “Tujuan edukasi ini adalah untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, agar mampu mengelola keuangan secara bijak, memilih produk dan layanan keuangan yang aman, serta memahami jenis investasi yang legal dan diawasi oleh otoritas berwenang,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bombana, Deddy Fan Alva Slamet, ST., MM, mengajak peserta untuk menyerap materi dengan baik dan turut menyebarluaskan informasi keuangan tersebut. “Kami harapkan Bapak/Ibu ASN PPPK yang saat ini sedang melaksanakan orientasi agar dapat memahami materi yang disampaikan oleh narasumber sehingga dapat disebarluaskan kepada masyarakat luas,” katanya.

Sebanyak 847 ASN PPPK hadir dalam kegiatan ini dengan antusias yang tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan seputar investasi yang pernah ditawarkan dan terindikasi sebagai investasi ilegal, menunjukkan bahwa praktik keuangan ilegal masih menjadi tantangan di wilayah Bombana.

BACA JUGA :  Tuntas Lakukan Tes Kesehatan, Abu Hasan – Fahrul Perkuat Tim di Lapangan

Menutup kegiatan, Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sultra yang bertindak sebagai narasumber menyampaikan harapannya agar para peserta tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh, tetapi juga membagikannya kepada keluarga dan lingkungan sekitar. “Kami berharap materi ini bisa disebarluaskan kepada keluarga, kerabat, dan masyarakat lainnya agar seluruh masyarakat dapat menggunakan produk dan layanan keuangan secara bijak, cerdas dalam pengelolaan keuangan, serta terhindar dari kerugian atas aktivitas keuangan ilegal,” tegasnya.