Kakanwil Kemenag Sultra Imbau Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Jelang Kepulangan

oleh -221 Dilihat

Makkah, Berikabar.co — Jelang kepulangan jemaah haji asal Sulawesi Tenggara ke Indonesia, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sultra, H. Muhamad Saleh, yang juga merupakan bagian dari Tim Monitoring dan Evaluasi Haji Indonesia 1446 H/2025 M, mengingatkan pentingnya memperhatikan ketentuan bagasi. Melalui sambungan telepon pada Selasa (17/6/2025), Saleh mengimbau agar jemaah tidak membawa barang bawaan melebihi 32 kilogram.

Salah satu poin utama yang ditekankan adalah larangan membawa air zamzam dalam koper bagasi. Menurut Saleh, jika ditemukan, petugas akan membongkar koper secara paksa untuk mengeluarkan air tersebut. “Jika ditemukan air zamzam, maka koper bagasi akan dibongkar paksa untuk dikeluarkan. Jemaah jangan nekat membawa air zamzam dalam koper bagasi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa ada kecenderungan sebagian jemaah menyamarkan air zamzam dalam koper dengan melapisinya menggunakan lakban atau bahan lainnya. Namun, hal ini tidak efektif karena cairan tetap dapat terdeteksi oleh mesin X-ray. Sebagai solusi, jemaah akan menerima air zamzam secara resmi saat tiba di asrama haji di Indonesia. “Setiap jemaah sudah mendapatkan jatah 5 liter air zamzam yang bisa diambil di asrama haji. Jemaah tidak perlu repot membawanya dari Arab Saudi,” tegas Saleh.

Tak hanya soal air zamzam, Saleh juga memperingatkan jemaah agar tidak membawa barang-barang terlarang ke dalam kabin pesawat, seperti benda tajam, kabel rol, cairan di atas 100 ml, payung, serta benda yang mudah terbakar atau meledak. “Jika ditemukan membawa barang terlarang saat pemeriksaan akhir, jemaah akan diminta untuk mengeluarkannya, bahkan tidak menutup kemungkinan barang tersebut disita petugas bandara,” ujarnya.

Ia berharap seluruh jemaah dapat menaati aturan ini demi kelancaran perjalanan dan menghindari hambatan di bandara. Selain itu, ia mengingatkan jemaah untuk tetap menjaga kondisi tubuh selama proses kepulangan yang memakan waktu cukup panjang. “Mari kita doakan agar seluruh jemaah haji Sultra memperoleh haji yang mabrur dan kemabruran jemaah hajinya dapat membawa daerah Sultra menjadi baldatun thayibatun wa Rabbun ghafur,” tuturnya.

BACA JUGA :  Cetak Talenta Digital: STMIK Bina Bangsa Kendari Wisuda 275 Lulusan, Siap Transformasi Jadi Universitas

Dalam kesempatan tersebut, Saleh juga menyampaikan apresiasinya terhadap para petugas haji dan tenaga kesehatan yang telah memberikan pelayanan tanpa kenal lelah. Ia menyoroti peran penting ribuan petugas haji Indonesia yang bekerja siang malam, bahkan dalam kondisi ekstrem di Arab Saudi. “Terimakasih atas dedikasi para petugas haji dan tim kesehatan yang telah memberikan layanan bahkan door to door kepada jemaah haji kita. Ini akan terus berlangsung, Insya Allah hingga jemaah haji kita kembali ke Tanah Air dan daerahnya masing-masing dengan selamat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, jemaah haji asal Sultra yang tergabung dalam kloter 31, 33, 35, 36, 38, dan 39 melalui Debarkasi Makassar dijadwalkan akan tiba kembali di Tanah Air pada 3 hingga 10 Juli 2025.