Kendari, Berikabar.co – Bank Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) menegaskan kembali fokus strategis mereka untuk tahun 2025 dengan mengedepankan penguatan aspek keamanan dan kenyamanan dalam layanan transaksi nasabah. Komitmen ini dijalankan melalui akselerasi transformasi digital di seluruh lini pelayanan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, mengatakan bahwa langkah nyata dalam mendukung strategi tersebut telah diwujudkan sejak 2022 melalui peluncuran layanan mobile banking.
Layanan digital ini dikembangkan untuk memberikan kemudahan akses bagi nasabah dalam memantau informasi rekening secara langsung. Dengan fitur real-time, nasabah dapat melihat saldo dan aktivitas transaksi kapan saja, tanpa perlu mengunjungi kantor cabang.
“Kami ingin memastikan nasabah memiliki kepercayaan penuh bahwa dananya aman. Dengan adanya mobile banking, nasabah dapat langsung mengetahui saldo mereka secara langsung dan transparan. Ini bagian dari upaya kami meningkatkan kenyamanan dan keamanan,” tegasnya.
Andri menambahkan bahwa dalam era digital saat ini, institusi perbankan dituntut untuk mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan perilaku nasabah yang semakin mengutamakan efisiensi dan kecepatan layanan.
Demi menjawab tantangan tersebut, Bank Sultra menempatkan penguatan infrastruktur digital sebagai prioritas utama, guna menunjang berbagai bentuk transaksi yang dilakukan nasabah secara daring.
“Penguatan infrastruktur digital menjadi prioritas bagi Bank Sultra dalam melayani nasabah,” bebernya.
Lebih lanjut, Andri menyebut bahwa digitalisasi bukan semata bagian dari tren, melainkan telah menjadi kebutuhan pokok dalam layanan keuangan modern yang kompetitif dan inklusif.
“Digitalisasi ini bukan hanya tren, tapi kebutuhan. Kami terus berupaya menghadirkan layanan yang memudahkan nasabah dalam bertransaksi dari mana saja, termasuk dari rumah,” tambahnya.
Dengan pendekatan ini, Bank Sultra menargetkan peningkatan loyalitas nasabah serta memperluas jangkauan pelayanan hingga ke pelosok Sulawesi Tenggara. Transformasi digital diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan secara optimal.





