Gubernur Sultra Siap Biayai Pengobatan Warga Tak Mampu dengan Dana Pribadi: “Semua Harus Dapat Layanan Kesehatan”

oleh -473 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menegaskan komitmennya dalam memastikan seluruh masyarakat Sultra mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis, termasuk mereka yang tidak mampu secara finansial. Ia bahkan menyatakan siap menggunakan dana pribadinya untuk membiayai pengobatan warga yang tidak memiliki akses layanan kesehatan.

“Jika ada masyarakat yang sakit, tidak punya uang, tidak mampu membayar, maka saya yang akan tanggung biayanya. Semua masyarakat Sultra harus mendapatkan layanan kesehatan, tanpa terkecuali,” tegas Gubernur ASR, Senin (26/5/2025).

Pernyataan Gubernur tersebut mendapat sambutan haru dari berbagai pihak, termasuk dari Plh Kepala Dinas Kesehatan Sultra, dr. Asridah. Dalam keterangannya, ia mengaku sangat tersentuh dengan komitmen gubernur yang dinilainya sarat akan kepedulian dan kepekaan sosial.

“Saya merinding mendengar arahan beliau. Gaya kepemimpinan beliau mengutamakan nurani. Tidak boleh ada masyarakat yang tidak dilayani, hanya karena tidak punya uang atau tidak terdaftar dalam sistem jaminan kesehatan. Itu sangat menyentuh dan luar biasa,” ujar dr. Asridah.

Ia menjelaskan, sesuai arahan Gubernur ASR, tenaga kesehatan di Sultra harus mengedepankan sisi kemanusiaan dan pelayanan tanpa diskriminasi. Menurutnya, gubernur telah mencontohkan langsung sikap kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan publik sejati.

“Beliau bilang langsung, kalau ada warga tidak punya akses, tidak punya pekerjaan, dan tak mampu membayar, tetap harus dilayani. Jika tidak ada BPJS atau KIS, beliau yang akan menanggung langsung. Dan ini bukan sekadar janji, tapi sudah sering dilakukan oleh beliau sebelum menjabat,” tambahnya.

Lebih lanjut, dr. Asridah mengungkapkan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi tengah merancang sebuah skema baru berupa kartu layanan kesehatan khusus yang akan diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan belum terdaftar di sistem jaminan kesehatan nasional. Kartu tersebut nantinya akan dibiayai melalui anggaran khusus yang disiapkan pemerintah.

BACA JUGA :  Pariwisata Sultra Gelar Amazing Sultra Run 2025, Dorong Promosi Wisata dan Ekonomi Kreatif

“Sekarang lagi dirancang bentuknya. Kartu ini nantinya akan memudahkan masyarakat yang benar-benar tidak mampu. Bahkan disiapkan dana cadangan untuk mendukung pembiayaan layanan kesehatan bagi mereka yang tidak tercover program jaminan nasional,” jelasnya.

Ia pun berharap strategi ini akan memperkuat akses kesehatan secara menyeluruh di Sultra, sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan dan pembenahan internal sektor kesehatan di daerah.

“Kami ingin dedikasikan pikiran dan karya kami demi kemaslahatan masyarakat. Semoga kehadiran kita di dunia ini memberi banyak manfaat bagi sesama,” tutup dr. Asridah.