Makassar, Berikabar.co — Sebagai wujud kepedulian terhadap pendidikan, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menyalurkan bantuan pendidikan kepada tujuh mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Kegiatan penyerahan ini dilangsungkan di Ruang Rapat FPIK UMI dan mendapat sambutan hangat dari pimpinan fakultas.
Dekan FPIK UMI, Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, M.Si., dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi mendalam atas inisiatif YBM PLN. Ia menilai bahwa kontribusi semacam ini tidak hanya meringankan beban mahasiswa, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan sektor industri.
Lebih lanjut, Prof. Abdul Rauf menegaskan bahwa bantuan tersebut memiliki dampak signifikan, tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral yang mampu memacu semangat belajar mahasiswa. “Kehadiran YBM PLN di kampus kami hari ini adalah bukti nyata adanya sinergi yang bermanfaat bagi masa depan generasi muda,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua YBM PLN UIP Sulawesi, Pahri, menjelaskan bahwa bantuan pendidikan tersebut berasal dari pengumpulan dana zakat yang dipotong secara rutin dari penghasilan para pegawai PLN UIP Sulawesi. Dana tersebut kemudian dikelola secara profesional oleh YBM PLN Pusat untuk berbagai program sosial.
Menurut Pahri, pendidikan menjadi salah satu fokus utama dari program-program YBM PLN. Melalui inisiatif ini, mereka berharap bisa memberikan kesempatan yang lebih luas kepada mahasiswa berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi untuk menyelesaikan studinya dengan baik.
“Harapan kami, bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi para mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan akademik dan juga aktif berkontribusi di masyarakat,” jelas Pahri. Ia juga menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang PLN terhadap pengembangan sumber daya manusia.
Penyaluran bantuan ini tidak hanya terbatas pada bentuk seremonial. Kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempererat hubungan antara universitas dan YBM PLN. Diskusi-diskusi ringan yang berlangsung di sela acara membuka kemungkinan adanya kerja sama strategis ke depan.
Baik pihak FPIK UMI maupun YBM PLN melihat potensi besar dalam pengembangan program bersama yang berfokus pada bidang pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat. Langkah awal ini dinilai sebagai pijakan penting menuju kolaborasi yang lebih luas.
Secara keseluruhan, kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama antara dunia pendidikan dan dunia usaha dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan semangat sinergi ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang bisa mengakses pendidikan tanpa terkendala oleh faktor ekonomi.





