OJK Gaungkan Perempuan Berdaya dan Berintegritas untuk Indonesia Emas Rayak

oleh -241 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co – Dalam semangat memperingati Hari Kartini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar perayaan bertajuk “Perempuan Cerdas, Berdaya, dan Berintegritas Menuju Indonesia Emas”. Acara yang diselenggarakan secara hybrid ini menjadi panggung penting untuk menguatkan peran perempuan dalam mendorong kesetaraan gender dan integritas di sektor jasa keuangan, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045.

Lebih dari 200 peserta hadir secara langsung dan sekitar 3.000 lainnya mengikuti secara daring, terdiri dari insan OJK, pemangku kepentingan, hingga anggota Komisi XI DPR RI. Momen ini tak hanya menjadi peringatan simbolik, tetapi juga ruang refleksi atas kontribusi perempuan dalam mewujudkan sektor keuangan yang inklusif dan berintegritas.

Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, menegaskan pentingnya penguatan integritas di kalangan perempuan Indonesia. “Kita melihat bahwa kesetaraan gender memiliki korelasi erat dengan tingkat integritas suatu bangsa. Negara-negara dengan indeks ketimpangan gender rendah cenderung memiliki tingkat korupsi yang juga rendah. Ini menjadi cermin bahwa partisipasi perempuan dalam tata kelola harus ditingkatkan,” ujar Sophia dalam sambutannya.

Ia juga menyinggung berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan, seperti keterbatasan akses pendidikan, pengaruh gaya hidup konsumtif akibat fenomena FOMO, dan banyaknya korban pinjaman online ilegal, terutama di kalangan ibu rumah tangga dan guru. “Menanamkan nilai integritas tidak cukup hanya sebagai wacana. Harus dimulai sejak dini, dari rumah, melalui pola asuh yang sehat dan bijak,” tambahnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan tokoh-tokoh perempuan inspiratif. Duta Besar RI untuk Portugal, Susi Marleny Bachsin, menggarisbawahi peran sentral perempuan dalam mendorong ketahanan ekonomi dan transformasi sektor keuangan. “Perempuan bukan hanya sekadar bagian dari perekonomian, tetapi penggerak utama dalam menciptakan perubahan. Dengan meningkatkan partisipasi perempuan di sektor jasa keuangan, kita tidak hanya membangun ketahanan ekonomi nasional, tapi juga mempercepat langkah menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

BACA JUGA :  Siapkan SDM Unggul di Bahodopi, PT Vale Integrasikan Pelatihan Vokasi hingga Pengenalan AI bagi Warga Lokal

Senada dengan itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, mengajak masyarakat untuk membuka ruang lebih luas bagi perempuan agar berdaya dan diakui. “Kita harus sadar bahwa perempuan sejak awal adalah agen perubahan. Tapi terlalu lama mereka tidak tahu bahwa mereka punya hak, punya mimpi, dan mampu luar biasa,” ujarnya. Veronica juga menyoroti pentingnya peran ibu sebagai pendidik karakter anak, terutama di era digital. “Sekarang kita bersaing dengan Google. Maka nilai-nilai seperti etika, empati, dan moral hanya bisa ditanamkan dari rumah.”

Sebagai bagian dari upaya konkret, OJK juga menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas melalui sistem pelaporan dugaan pelanggaran (Whistleblowing System), pengendalian gratifikasi, hingga penerapan Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) di seluruh satuan kerja. Penutupan acara diwarnai dengan ajakan reflektif: “Seperti dikatakan Kartini, ‘Habis gelap terbitlah terang’, perubahan menuju masa depan Indonesia Emas dimulai dari langkah kecil yang berani dan penuh integritas.”