Kendari, Berikabar.co – Pasar modal Sulawesi Tenggara mengalami perkembangan yang signifikan pada tahun 2024. “Jumlah keseluruhan investor pasar modal meningkat sebesar 27,4%, yang setara dengan penambahan 18.415 SID (Single Investor Identification), sehingga total jumlah SID di provinsi ini mencapai 85.399 SID,” kata Kepala Kantor Perwakilan BEI Sultra, Bayu Saputra. Lonjakan ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap investasi di pasar modal.
Salah satu kontribusi terbesar terhadap peningkatan tersebut berasal dari investor saham. “Pada akhir tahun 2024, tercatat ada 30.257 SID saham, yang mengalami kenaikan sebesar 33,9% dibandingkan dengan periode sebelumnya,” ujarnya. Hal ini mengindikasikan minat yang semakin tinggi dari masyarakat Sulawesi Tenggara terhadap investasi saham.
Lanjutnya, sebagian besar investor saham berasal dari Kota Kendari, yang mencatatkan jumlah investor saham terbanyak. Di Kota Kendari, sebanyak 10.214 investor saham tercatat, yang berkontribusi sebesar 33,7% terhadap total investor saham di Sulawesi Tenggara. Hal ini menjadikan Kendari sebagai pusat utama investasi saham di provinsi ini.
Selain Kota Kendari, Kabupaten Kolaka juga menunjukkan angka yang signifikan dalam hal jumlah investor saham. Di daerah ini, tercatat ada 4.229 investor saham, yang mewakili 13,9% dari total investor saham di Sulawesi Tenggara. Kolaka juga turut berperan penting dalam meningkatkan jumlah investor di pasar modal lokal.
“Kota Baubau juga tidak ketinggalan dalam mencatatkan pertumbuhan investor saham. Dengan jumlah 2.701 investor saham, Baubau menyumbang sekitar 8,9% dari total investor saham di wilayah ini,” katanya. Baubau menunjukkan bahwa minat terhadap pasar modal tidak hanya terbatas pada kota-kota besar, tetapi juga menjangkau daerah-daerah lainnya.
Secara keseluruhan, ketiga kota tersebut, Kendari, Kolaka, dan Baubau, merupakan pusat utama domisili investor saham di Sulawesi Tenggara. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan di banyak daerah, konsentrasi terbesar masih terpusat pada kota-kota besar yang memiliki akses lebih baik ke informasi dan layanan pasar modal.
Pertumbuhan jumlah investor ini juga berdampak pada meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi untuk perencanaan keuangan jangka panjang. Banyak masyarakat yang mulai memahami pentingnya diversifikasi aset, salah satunya dengan berinvestasi di pasar modal, untuk memperoleh keuntungan yang optimal.
“Kenaikan jumlah investor saham di Sulawesi Tenggara ini sejalan dengan upaya pemerintah dan pihak terkait untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di daerah tersebut,” ujarnya. Berbagai program edukasi dan sosialisasi mengenai pasar modal dan investasi telah digalakkan untuk menarik lebih banyak masyarakat agar terlibat dalam pasar modal.
Ke depan, diharapkan angka pertumbuhan investor pasar modal di Sulawesi Tenggara dapat terus meningkat, mengingat potensi pasar yang besar dan terus berkembang. Diharapkan juga, masyarakat semakin terbuka terhadap peluang investasi yang ada, serta lebih memahami mekanisme dan risiko yang ada di pasar modal.





