Viral Oknum Guru di Konsel, GMKM Imbau Percayakan Pada Proses yang Berjalan

oleh -276 Dilihat

Konsel, Berikabar.co – Ketum GMKM Muh. Erit prasetia memberikan komentar terkait kasus viral oknum guru di Konsel. Tokoh  pemuda Konsel ini mengimbau masyarakat untuk mempercayakan kepada aparat penegak hukum.

Dugaan kasus penganiayaan kepada salah seorang muridnya di salah satu sekolah dasar di Baito, kabupaten Konawe Selatan menuai banyak komentar mulai dari ormas, PGRI, mahasiswa dan lembaga-lembaga hukum terkait kasus yang sedang viral tersebut.

“Sejauh ini kami menilai kasus ini memang harus ada perhatian khusus, namun kita juga harus percayakan aparat penegak hukum dalam proses hukum. Selanjutnya, kami masih percaya dengan aparat penegak hukum yang ada akan berlaku seadil-adilnya terkait kasus ini.

Erit juga mengimbau agar menjadi netizen yang cerdas dengan melihat dari berbagai sisi, baik itu korban maupun pelaku.

“Kita memang harus melihat dari berbagai sisi baik dari sisi terduga korban maupun pelaku. ” ujarnya.

Erit menilai bahwa kendati Ibu supriyani dalam hal ini yang menyita simpati publik, ia juga mengajak agar publik memperhatikan kondisi psikologis anak dibawah umur yang masih memerlukan pembinaan serta perhatian khusus.

“Terlepas dari siapa yang salah dan benar kami mengimbau agar kita juga memperhatikan kondisi psikologis dari anak yang diduga menjadi korban tersebut. Sebab anak yang masih kelas 1 SD ini masih dibawah umur tentu belum tahu apa-apa masih membutuhkan pembinaan, pendidikan dan perhatian khusus. Terlepas dari siapa yang salah dan benar dalam kasus ini, masa depan anak-anak harus kita perhatikan,” tegasnya.

GMKM juga menyayangkan adanya imbauan dari PGRI yang menurutnya bertentangan dengan UU perlindungan anak.

“Meskipun kasus ini memang adalah kasus yang sensitif, tetapi menurut saya tidak mesti ada surat imbauan yang justru menurut kami bertentangan dengan UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Kami berpandangan bahwa baik anak yang menjadi korban dan terduga pelaku harus sama-sama mendapat perlindukan dan hak yang sama karena ini menyangkut masa depan generasi kita kedepannya,” uajrnya.

BACA JUGA :  Dukung Ketahanan Pangan, Kapolda Sultra Tinjau Progres Satuan Pelayanan Gizi Polresta Kendari

Erit juga menambahkan agar jangan ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan menjelang pilkada.

“Karna ini kasus sudah viral bahkan ditingkat nasional, kami tentu berharap agar jangan ada pihak-pihak yang mencoba mengambil momen, atau memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan politik jelang pilkada. Kami harap biarkan proses hukum berjalan,” tutupnya.