Polres Konsel Pulihkan Hak-Hak Oknum Guru, Pelapor dan Siswa

oleh -858 Dilihat

Konawe Selatan, Berikabar.co  – Kapolres Konsel AKBP Febry Sam, SIK, M.Si didampingi Ketua PGRI Sulawesi Tenggara Abdul Halim Momo , Komisi Perlindungan Anak Daerah Konsel, Kadis Pendidikan Konsel Erawan Suplayuda, S.Pd dan Perwakilan Dinas Sosial Konsel melangsungkan konferensi pers terkait kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum guru honorer SDN 4 Kecamatan Baito Kabupaten Konsel terhadap muridnya. Pertemuan berlangsung di Aula Vicon Polres Konawe Selatan, Selasa (22/10/2024).

AKBP Febry Sam, melakukan langkah pemulihan hak hak dari kedua belah pihak atas terjadinya perkara dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum guru Supriyani terhadap muridnya dengan inisial D.

“Kami akan melakukan langkah-langkah pemulihan hak kepada kedua pihak , dimana dalam hal ini ada 5 anak yang menjadi korban atas perkara ini, yakni Anak dari Ibu Supriyani, dua anak dari Aipda W dan dua anak yang menjadi saksi dalam perkara tersebut , sehingg ini sangat perlu dilakukan pemulihan hak-haknya terutama dalam hal pendidikan dan juga hak-hak kepada wali murid serta hak dari Ibu Supriyani ” terang Febry.

Dikatakannya pula bahwa pihak Polri dalam hal ini Polres Konsel sudah melakukan koordinasi dengan pihak pihak terkait termasuk kepada PGRI.

” Atas kejadian ini, kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak pihak terkait guna menemukam solusi terbaik , sehingga kedua belah pihak tidal dirugikan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Sultra, Abdul Halim Momo dalam keteranganya menyampaikam bahwa untuk tidak mencari siapa yang salah dan siapa yang benar atas kejadian yang menimpa ibu Supriyani yang diduga melakukan penganiayaan terhadap miridnya.

“Saya mengajak kepada semua pihak, mari kita cari titik temu dan tidak perlu mencari siapa yang benar maupun siapa yang salah, dan kami sudah melakukan komunikasi dengan semua pihak guna menemukan penyelesaian yang sebaik baiknya,” tegasnya.

BACA JUGA :  PT Vale Eratkan Silaturahmi Dengan Halal Bi Halal di Blok Pomala

Sementara itu, Kadis Pendidikan Kabupaten Konsel, Erawan Supla Yuda, menjelaskan bahwa saudari Supriyani tetap dapat mengajar sebagai Guru Honor setelah adanya penangguhan penahanan. ” Hari ini, saudari Supriyani telah ditangguhkan penahanannya dan kami pastikan kepada yang bersangkutan tetap bisa mengajar di SDN 04 Kecamatan Baito ” jelas Kadis Pendidikan Konsel.

Dalam konferensi tersebut, Wakil ketua KPAID Konsel dalam keterangannya mengatakan bahwa pihak KPAI mendorong untuk dilakukanya proses hukum dengan jalur Restorative Justice (RJ). “Atas kejadian ini, Kami dari KPAI menyarankan untuk dapat dilakukan penyelesaian secara kekeluargaan atau lebih dikenal dengan Restorative Justice ” ucap wakil ketua KPAI.

Dalam konferensi pers tersebut, turut hadir Mahasiswa BEM Universitas Halu Oleo kendari dan Lembaga Sosial Masyarkat ( LSM ) dan berakhir pada pukul 17.25 Wita.