Panen Raya di Koltim, Gubernur Sultra Dorong Modernisasi Pertanian dan Penguatan Irigasi

oleh -72 Dilihat

Kolaka Timur, Berikabar.co – Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung swasembada pangan di Sulawesi Tenggara (Sultra). Dengan kontribusi sekitar 16 persen terhadap produksi padi provinsi, daerah tersebut didorong meningkatkan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan teknologi, penguatan irigasi, dan pembenahan infrastruktur.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menyampaikan hal itu saat menghadiri sekaligus membuka Panen Raya Padi Sawah di Desa Iwoikondo, Kecamatan Loea, Kabupaten Kolaka Timur, Sabtu sore (31/10/2026). Panen raya tersebut tetap berlangsung meski wilayah itu menghadapi kondisi kekeringan berkepanjangan.

“Kita patut bersyukur, di tengah kondisi kekeringan yang berkepanjangan, sore ini kita masih bisa melaksanakan panen padi,” ungkapnya.

Menurut Andi Sumangerukka, kontribusi Kolaka Timur yang mencapai sekitar 16 persen dari total produksi padi Sultra merupakan potensi besar yang perlu diperkuat. Salah satu upaya yang dibutuhkan adalah memastikan ketersediaan infrastruktur pertanian, terutama jaringan irigasi dan akses jalan menuju kawasan persawahan.

Ia menyoroti kondisi jalan menuju lokasi panen raya yang masih membutuhkan perhatian. Gubernur meminta pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menuntaskan perbaikan jalan sesuai kewenangan masing-masing agar aktivitas pertanian dan distribusi hasil panen dapat berjalan lebih baik.

Selain infrastruktur, Gubernur mendorong petani mengubah pola kerja menuju pertanian yang lebih profesional dan berbasis teknologi. Menurutnya, sektor pertanian harus dikembangkan sebagai profesi yang menjanjikan dengan peluang pendapatan yang lebih besar.

Ia menggambarkan potensi ekonomi pertanian melalui simulasi produktivitas sembilan ton gabah per hektare dengan harga Rp7.200 per kilogram. Dengan asumsi tersebut, nilai penjualan kotor hasil panen dapat mencapai sekitar Rp64,8 juta per hektare dalam satu kali panen, sebelum dikurangi biaya produksi.

Potensi itu, menurut Gubernur, dapat semakin besar apabila produktivitas dan frekuensi panen ditingkatkan. Ia mendorong pemanfaatan teknologi pertanian serta pembangunan infrastruktur irigasi agar pola panen yang selama ini dua kali setahun dapat ditingkatkan menjadi empat kali.

BACA JUGA :  LPS Ingatkan Nasabah Penuhi Syarat 3T Agar Simpanan Dijamin

Di sisi lain, pemerintah daerah diminta mengantisipasi perubahan kondisi cuaca. Gubernur mengingatkan proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi curah hujan tinggi pada tahun mendatang yang dapat memicu banjir, setelah Sultra mengalami kekeringan pada tahun ini.

“Berdasarkan data dari BMKG, tahun ini kita mengalami kekeringan, namun tahun depan diprediksi akan ada curah hujan tinggi yang berpotensi banjir. Oleh karena itu, mulai saat ini perlu dipersiapkan segala sesuatunya, termasuk penampungan air, sehingga nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya

Gubernur juga mengajak petani memanfaatkan kondisi harga gabah yang membaik untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ia berharap sektor pertanian semakin menarik bagi generasi muda, termasuk mereka yang telah menyelesaikan pendidikan, untuk kembali mengembangkan usaha pertanian.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Muhammad Taufik, memaparkan dukungan pemerintah provinsi kepada sektor pertanian di Kolaka Timur selama 2025 hingga 2026.

Pada 2025, bantuan yang disalurkan antara lain benih padi untuk lahan seluas 5.999 hektare, benih jagung hibrida untuk 1.378 hektare, pupuk padi untuk 3.640 hektare, serta pupuk jagung hibrida untuk 2.550 hektare.

Pemerintah juga mengadakan 202 unit alat penyemprot atau hand sprayer dan sekitar 12 unit alat dan mesin pertanian, mulai dari traktor roda dua hingga traktor roda empat. Dukungan infrastruktur mencakup pembangunan jalan usaha tani sepanjang 250 meter dan peningkatan jalan usaha tani sepanjang 420 meter.

Selain itu, bantuan yang diberikan meliputi pupuk NPK sebanyak 42.800 kilogram serta 1.040 ekor ayam petelur beserta pakannya.

Adapun pada 2026, Pemprov Sultra kembali mengalokasikan bantuan sekitar 13 unit hand tractor, satu unit mesin panen, enam unit traktor roda empat, serta pembangunan jaringan irigasi tersier sepanjang 160 meter.

BACA JUGA :  Pasca Putusan MK, Pj Gubernur Sultra Sambut Kedatangan Andi Sumangerukkan di Kantor Gubernur

Taufik menyampaikan apresiasi kepada petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, dan seluruh pihak yang berkontribusi terhadap peningkatan produksi pertanian di Kolaka Timur. Ia berharap panen raya tersebut menjadi dorongan bagi petani untuk terus meningkatkan hasil produksi.

Melalui dukungan sarana produksi, alat dan mesin pertanian, serta pembangunan infrastruktur, Pemprov Sultra menegaskan komitmennya mendampingi petani di Kolaka Timur dan daerah lain di Sulawesi Tenggara dalam memperkuat ketahanan pangan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI daerah pemilihan Sultra Jaelani, Pj. Sekda Sultra, Sekda Kabupaten Kolaka Timur, Wakil Ketua dan anggota DPRD Kolaka Timur, unsur Forkopimda Kolaka Timur, Ketua TP-PKK Provinsi Sultra, pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup Pemprov Sultra, Kepala BPS Sultra, Kepala Perum Bulog Sultra, camat dan kepala desa se-Kecamatan Loea, serta kelompok tani dan masyarakat setempat.