Vale Indonesia Perkuat Kapasitas Petani Morowali Lewat Pelatihan Pertanian Organik Berkelanjutan

oleh -64 Dilihat

Morowali, Berikabar.co  – PT Vale Indonesia Tbk memperkuat kapasitas petani binaan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, melalui pelatihan ekologi tanah dan pengelolaan pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan. Program yang berlangsung selama lima hari, 16-20 Oktober 2026, di Desa Ululere, Kecamatan Bungku Timur, ini ditujukan untuk mendorong penerapan pertanian organik yang produktif dan berkelanjutan.

Puluhan petani organik dari sejumlah desa di wilayah pemberdayaan perusahaan mengikuti pelatihan bertema “Organik Jiwa Negeri dan Darah Bangsaku” tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Vale Indonesia, anggota MIND ID, melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali.

Program tersebut berfokus pada peningkatan pendapatan riil masyarakat dengan memperkuat pengetahuan dan keterampilan petani dalam menjaga kesehatan tanah, mengelola ekosistem pertanian, serta menerapkan teknik budidaya organik yang ramah lingkungan.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai ekologi tanah, sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL), teknik pengomposan, hingga praktik budidaya organik. Para petani juga mengikuti praktik lapangan berupa uji tekstur tanah, uji daya kapiler, uji aerasi, pengenalan biota tanah, serta pembuatan kompos dan MOL.

Head of External Regional & Growth Vale Indonesia, Endra Kusuma, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya petani, agar mampu menerapkan praktik pertanian yang sehat dan berkelanjutan.

“Pelatihan Ekologi Tanah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, dalam hal ini petani, sehingga mereka mampu menerapkan praktik pertanian yang sehat dan berkelanjutan. Kami terus berupaya menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat melalui bidang-bidang penting, seperti pertanian, ekonomi, pendidikan, serta kesehatan. Melalui pelatihan ini, kami ingin memperkuat kapasitas petani agar semakin mandiri dalam mengelola lahan secara produktif dan ramah lingkungan, sekaligus mendorong keberlanjutan sektor pertanian.”

BACA JUGA :  Asmo Sulsel Salurkan Hewan Kurban untuk Masjid Darul Intiqal di Iduladha 1447 H

Manfaat pelatihan juga dirasakan langsung oleh peserta. Hafirudin, salah seorang petani yang telah menerapkan metode pertanian organik selama kurang lebih dua tahun, mengaku memperoleh tambahan pengetahuan untuk menyempurnakan praktik pengelolaan lahan yang selama ini dijalankannya.

“Saya sudah kurang lebih dua tahun menerapkan metode organik dalam pertanian, tetapi belum sempurna. Alhamdulillah melalui pelatihan ini saya dan teman-teman mendapatkan tambahan ilmu. Pemahaman yang sebelumnya kurang tepat menjadi lebih jelas setelah mengikuti pelatihan ini,” kata Hafirudin.

Menurut Hafirudin, materi yang diberikan tidak hanya memperluas wawasan mengenai pertanian organik, tetapi juga membantu petani memahami kondisi lahan dan menentukan metode pengelolaan yang lebih tepat. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendukung penerapan praktik pertanian yang lebih efektif sesuai kondisi tanah dan kebutuhan budidaya.

Melalui pelatihan ini, Vale Indonesia berharap para petani dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh di lahan masing-masing sekaligus membagikannya kepada petani lain di desa mereka. Penyebaran pengetahuan tersebut diharapkan memperluas penerapan pertanian organik yang sehat dan berkelanjutan di wilayah Morowali.

Upaya penguatan kapasitas petani ini menjadi bagian dari pendekatan pemberdayaan masyarakat Vale Indonesia melalui IGP Morowali. Selain meningkatkan keterampilan teknis, program tersebut diarahkan untuk mendukung kemandirian petani dalam mengelola sumber daya pertanian, menjaga kesehatan tanah, dan mengembangkan usaha tani yang berkelanjutan.