Vale Indonesia Dukung 127 UMKM di Luwu Timur, 74 Di antaranya Tembus Pasar Lebih Luas

oleh -66 Dilihat

Luwu Timur, Berikabar.co  – PT Vale Indonesia Tbk memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengembangan koperasi di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Hingga 30 September 2026, perusahaan telah mendukung 127 UMKM di empat kecamatan, dengan 74 UMKM di antaranya memperoleh akses pasar melalui Pusat Oleh-Oleh Telaloa.

Komitmen tersebut sejalan dengan momentum Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dirangkaikan dengan Pekan Expo Koperasi dan UMKM di Lapangan Iniaku, Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, pada 6-10 Oktober 2026.

Kegiatan yang dihadiri Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono itu melibatkan jajaran pemerintah daerah, gerakan koperasi, serta pelaku UMKM dari 23 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, Vale Indonesia menerima dua penghargaan sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur atas kontribusinya dalam mendukung penyelenggaraan Pekan Expo Koperasi dan UMKM 2026.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan perusahaan yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, mengatakan pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan pertumbuhan industri berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kami memiliki komitmen untuk dapat terus mendukung pertumbuhan masyarakat sekitar secara berkelanjutan. Bagi kami keberhasilan industri dapat diukur melalui produksi dan investasi, serta manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Melalui kegiatan operasi, pengembangan proyek hilirisasi dan pembedayaan UMKM, kami bermaksud membuka lebih banyak peluang ekonomi agar masyarakat dapat tumbuh bersama perkembangan industri. Vale Indonesia telah berperan dalam pemberdayaan masyarakat, baik melalui dukungan bidang ekonomi, maupun bidang-bidang lain, seperti pendidikan, peningkatan kapasitas, kesehatan, dan kesejahteraan.”

BACA JUGA :  Sabet 8 Emas di Berbagai Cabor, Kota Kendari Kokoh Sebagai Juara Umum Pekan Olahraga Pelajar Daerah 2025

Menurut Bernardus, pengembangan industri nikel dan investasi perusahaan berpotensi menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah. Peluang tersebut mencakup kebutuhan barang dan jasa, serta tumbuhnya berbagai usaha pendukung kegiatan industri.

“Pengembangan industri nikel dan investasi Vale Indonesia diharapkan dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah, termasuk untuk kebutuhan barang, jasa, dan kegiatan usaha pendukung. Untuk membantu masyarakat memanfaatkan peluang tersebut, Perusahaan menjalankan program pemberdayaan UMKM yang berfokus kepada peningkatan kapasitas dan akses pasar. Hingga 30 September 2026, Vale Indonesia telah mendukung 127 UMKM di 4 (empat) kecamatan di Kabupaten Luwu Timur, yakni: Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili. Sebanyak 74 UMKM binaan telah memperoleh akses pasar melalui Pusat Oleh-Oleh Telaloa, sehingga produk lokal memiliki peluang menjangkau konsumen lebih luas,” jelas Bernardus.

Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal agar dapat memanfaatkan peluang ekonomi yang berkembang seiring aktivitas industri. Melalui peningkatan kemampuan usaha dan akses pasar, produk UMKM diharapkan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas dan meningkatkan daya saing.

Peringatan Harkopnas ke-79 dengan tema Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, koperasi, dunia usaha, dan masyarakat. Pemerintah berperan membangun kebijakan dan ekosistem pendukung, koperasi mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis keanggotaan, sedangkan dunia usaha berkontribusi melalui investasi, kegiatan operasional, kemitraan, dan pemberdayaan masyarakat.

Kopkar Vale Bertumbuh Bersama Ekonomi Sorowako

Penguatan ekonomi berbasis masyarakat juga tercermin melalui keberadaan Koperasi Karyawan Vale (Kopkar Vale), yang telah berdiri sejak 1979. Koperasi ini bermula dari kebutuhan karyawan PT INCO, pendahulu Vale Indonesia, untuk memperoleh barang kebutuhan pokok di Sorowako.

Seiring perkembangan ekonomi kawasan tersebut, Kopkar Vale bertransformasi menjadi badan usaha koperasi yang mandiri dengan lebih dari 1.300 anggota. Koperasi ini juga mengembangkan beragam layanan, termasuk usaha ritel dan simpan pinjam.

BACA JUGA :  Seminar Kesehatan, Pentingnya Deteksi Dini Cegah Kanker Payudara dan Serviks

Ketua Kopkar Vale, Muhammad Parawansa Lamude, menilai kemampuan beradaptasi dan berinovasi menjadi faktor penting agar koperasi tetap relevan di tengah dinamika ekonomi Sorowako.

“Koperasi tumbuh dari kebutuhan bersama. Di tengah dinamika ekonomi Sorowako, kami terus berinovasi dan membangun kemitraan agar koperasi tetap relevan serta memberikan manfaat kesejahteraan yang berkelanjutan bagi para anggota,” jelas Muhammad.

Melalui pemberdayaan UMKM, perluasan akses pasar, dan pengembangan koperasi, Vale Indonesia mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang melibatkan masyarakat secara lebih luas. Sinergi antara industri, pemerintah, koperasi, dan pelaku usaha diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi serta membuka peluang usaha yang berkelanjutan di Luwu Timur.