Penjualan Toyota Veloz Hybrid di Kendari Tumbuh 300 Persen, Efisiensi BBM Jadi Pendorong

oleh -77 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  – Minat konsumen terhadap kendaraan hybrid di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menunjukkan tren positif. Toyota Veloz Hybrid menjadi salah satu model yang mencatat pertumbuhan penjualan signifikan, seiring meningkatnya perhatian konsumen terhadap efisiensi bahan bakar dan perkembangan teknologi otomotif.

Branch Manager (BM) Kalla Toyota A. Yani, Andi Aswar, mengungkapkan penjualan Veloz Hybrid di Kendari meningkat hingga 300 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada Oktober 2025, penjualan model tersebut tercatat sebanyak 30 unit, sedangkan pada Oktober 2026 jumlahnya mencapai 108 unit.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap kendaraan hybrid sebagai alternatif mobilitas yang menawarkan efisiensi bahan bakar tanpa sepenuhnya bergantung pada tenaga listrik.

“Jualan Veloz hybrid itu di tahun lalu kita hanya bisa jualan kurang lebih sekitar 30 unit sepanjang 2025 untuk di Kendari. Di tahun ini dia di bulan 10 saja kita sudah jualan 108 unit. Jadi artinya secara progres pertumbuhan penjualan hybrid, terutama untuk Veloz itu dia signifikan. Bisa dibilang naiknya 300% daripada periode yang sama di tahun lalu,” ungkap Andi Aswar.

Menurut dia, pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya penerimaan pasar terhadap teknologi hybrid Toyota. Selain menghadirkan produk baru, perubahan pertimbangan konsumen dalam memilih kendaraan turut mendorong penjualan mobil hybrid di Kendari.

Branch Manager Kalla Toyota Tendean, Agussalim, menjelaskan bahwa efisiensi bahan bakar menjadi salah satu faktor utama yang membuat kendaraan hybrid semakin menarik bagi masyarakat. Teknologi ini mengombinasikan tenaga listrik dan mesin konvensional untuk mendukung kinerja kendaraan.

“Peningkatannya sampai 300% itu di samping dia produk baru juga efisiensi bahan bakar,” ujar Agussalim dalam penjelasannya mengenai faktor pendorong pertumbuhan penjualan.

BACA JUGA :  Bupati Luwu Timur: Green Mining PT Vale Jadi Contoh, Iklim Investasi Kita Permudah

Sementara itu, Branch Manager Kalla Toyota Anduonohu, Rusman Kadir, menilai kendaraan hybrid menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin mendapatkan efisiensi bahan bakar sekaligus mempertahankan fleksibilitas perjalanan. Teknologi tersebut dinilai dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang belum siap beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik.

Menurut Rusman, pertimbangan jarak tempuh dan kebutuhan penggunaan kendaraan sehari-hari turut memengaruhi keputusan konsumen. Kombinasi teknologi listrik dan mesin memungkinkan kendaraan hybrid memenuhi kebutuhan mobilitas dengan karakteristik penggunaan yang berbeda dari mobil listrik murni.

Pengalaman berkendara juga menjadi bagian dari strategi Kalla Toyota untuk memperkenalkan teknologi tersebut kepada calon konsumen. Melalui fasilitas test drive, masyarakat dapat mencoba langsung kendaraan hybrid sebelum memutuskan pembelian. Pengalaman tersebut diharapkan membantu konsumen memahami karakteristik kendaraan sekaligus mempertimbangkan manfaatnya sesuai kebutuhan.

Di sisi lain, Kalla Toyota menargetkan sebanyak 60 surat pemesanan kendaraan (SPK) selama kegiatan penjualan yang berlangsung dua hari di Kota Kendari yakni sejak tanggal 23 hingga 24 Oktober 2026. Target tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga momentum penjualan, seiring meningkatnya minat terhadap model hybrid.

Andi Aswar mengatakan setiap cabang juga didorong berkontribusi terhadap pencapaian target penjualan selama kegiatan tersebut. Untuk cabang Kalla Toyota A. Yani, misalnya, target penjualan selama dua hari diperkirakan sekitar 10 unit dari target cabang yang disampaikan dalam kegiatan itu.

Dengan meningkatnya perhatian konsumen terhadap efisiensi bahan bakar dan teknologi kendaraan, Kalla Toyota berharap tren positif mobil hybrid dapat terus berlanjut di Kendari. Perusahaan juga mengandalkan pengenalan produk dan pengalaman berkendara langsung untuk membantu masyarakat menentukan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas mereka.