OJK Sultra Bangun Ekosistem Close Loop Kakao di Kolaka Utara, Petani Terhubung hingga Offtaker

oleh -64 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dan industri jasa keuangan memperkuat ekosistem komoditas kakao melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED).

Program tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem close loop yang menghubungkan petani dengan pembiayaan, pendampingan, perlindungan risiko hingga pasar. Penguatan ekosistem ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh 12 pihak di Aula Kantor Bupati Kolaka Utara, Rabu (30/9/2026).

Ke-12 pihak tersebut terdiri atas PT BPD Sulawesi Tenggara atau Bank Sultra, PT Bank Syariah Indonesia KCP Kolaka, PT BPR Bahteramas Kolaka Utara, PT PNM Cabang Kendari, PT Pegadaian Cabang Kolaka, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kendari, AAUI Cabang Kendari, AAJI, AASI, PT Comextra Majora selaku offtaker, perwakilan Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Lasusua, serta perwakilan Kelompok Tani Monapa Bersatu.

Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha mengatakan skema tersebut memastikan petani mendapatkan dukungan secara terintegrasi. Petani tidak hanya memperoleh pembiayaan, tetapi juga pendampingan teknis, perlindungan sosial dan asuransi, serta akses pasar.

Dalam ekosistem tersebut, PT Comextra Majora hadir sebagai offtaker yang siap mendukung kepastian penyerapan hasil panen petani. Dengan keterhubungan antara produksi dan pasar, petani diharapkan memiliki kepastian dalam mengembangkan usahanya.

“Ukuran keberhasilan kita bukanlah seberapa banyak tanda tangan yang dibubuhkan hari ini, tetapi bagaimana kondisi kebun menjadi jauh lebih produktif dan dompet para petani menjadi lebih tebal pada tahun-tahun mendatang. Nota Kesepahaman ini bukanlah garis finis, melainkan sebuah garis start dari komitmen panjang kita bersama untuk memajukan kesejahteraan petani kakao di Kolaka Utara,” tegas Bismi di hadapan seluruh peserta yang hadir.

Program tersebut juga melibatkan penyuluh pertanian lapangan dan kelompok tani. Keterlibatan lintas sektor ini diarahkan agar dukungan kepada petani tidak berhenti pada akses modal, tetapi berlanjut pada peningkatan produktivitas dan penguatan rantai pasok.

BACA JUGA :  Cegah Penyebaran Covid-19, Lapas Kelas IIA Kendari Tiadakan Jam Besuk

Dengan model close loop tersebut, OJK Sultra bersama pemerintah daerah dan IJK mendorong pengembangan kakao yang lebih terintegrasi, mulai dari budidaya, pembiayaan, perlindungan risiko hingga pemasaran hasil produksi.