Ditpolairud Polda Sultra Gencarkan Patroli Dialogis, Ingatkan Nelayan Utamakan Keselamatan Berlayar

oleh -68 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengintensifkan patroli dialogis di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Jayanti, Kota Kendari. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir terhadap keselamatan pelayaran, ketertiban administrasi kapal, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut.

Patroli tersebut dilaksanakan personel Kapal Polisi KP XX-2014 sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kepolisian yang responsif dan membangun kedekatan dengan masyarakat. Kegiatan ini juga sejalan dengan Program Prioritas Kapolri, yakni Polisi Bersama Masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel Ditpolairud berdialog langsung dengan nahkoda kapal, anak buah kapal (ABK), penyedia jasa penyeberangan, dan nelayan setempat. Melalui komunikasi tersebut, petugas memberikan edukasi mengenai keselamatan pelayaran, kelengkapan dokumen kapal, serta pentingnya memantau perkembangan cuaca sebelum melaut.

Direktur Polairud Polda Sultra, Kombes Pol Saminata, S.I.K., M.M., mengatakan pendekatan preemtif dan preventif menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah perairan Sultra.

“Patroli dialogis ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat pesisir. Kami tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga membangun komunikasi dua arah agar para pengguna jasa transportasi laut dan nelayan semakin sadar akan pentingnya keselamatan berlayar,” ujar Kombes Pol Saminata.

Selain keselamatan pelayaran, patroli tersebut juga menyasar upaya pencegahan praktik penangkapan ikan yang merusak ekosistem laut dan pengawasan terhadap keselamatan penumpang kapal penyeberangan.

Saminata mengingatkan nelayan agar menggunakan alat tangkap sesuai ketentuan dan tidak menggunakan bahan peledak, bahan pembius, maupun jaring trawl yang dapat merusak lingkungan laut. Sementara itu, penyedia jasa penyeberangan diminta memastikan kapasitas muatan sesuai ketentuan serta mengutamakan keselamatan penumpang.

BACA JUGA :  Pangdam XIV/Hasanuddin Terkesan dengan Praktik Pertambangan PT Vale

“Kami menekankan agar nelayan mematuhi aturan penangkapan ikan tanpa mengandalkan bahan peledak, pembius, atau jaring trawl yang merusak lingkungan. Kepada penyedia jasa penyeberangan, kami minta utamakan keselamatan penumpang dan melarang keras pengangkutan barang berbahaya atau bahan yang mudah terbakar demi mencegah kecelakaan laut,” pungkasnya.

Melalui patroli dialogis yang dilaksanakan secara rutin, Ditpolairud Polda Sultra berupaya memperkuat pengawasan sekaligus membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan perairan. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan aktivitas pelayaran dan perikanan yang aman, tertib, serta mendukung keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir.