PT Vale Integrasikan Pengelolaan SDA dan Inovasi Rendah Karbon untuk Perkuat Ketahanan Energi

oleh -154 Dilihat

Makassar, Berikabar.co – PT Vale Indonesia Tbk mengintegrasikan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dengan inovasi rendah karbon untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung agenda transisi energi dan dekarbonisasi industri nasional.

Perusahaan yang merupakan bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID) tersebut mengandalkan energi hidro dari tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yakni PLTA Larona, Balambano, dan Karebbe.

Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation & Infrastructure Officer PT Vale, Abu Ashar, mengatakan ketiga PLTA tersebut memanfaatkan aliran Sungai Larona yang bersumber dari Danau Matano, Mahalona, dan Towuti. Total kapasitas terpasang ketiga pembangkit mencapai 365 megawatt (MW).

Selain menopang kebutuhan energi untuk kegiatan operasi dan pengolahan nikel, sebagian listrik yang dihasilkan PT Vale juga disalurkan melalui jaringan PT PLN (Persero).

Sebanyak 10,7 MW listrik disalurkan untuk mendukung pasokan listrik bagi masyarakat di Kabupaten Luwu Timur.

Menurut Abu, keandalan sistem energi berbasis hidro tidak dapat dilepaskan dari praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Pengelolaan daerah tangkapan air, rehabilitasi lahan, hingga perlindungan kualitas air menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sumber energi perusahaan.

“Menjaga hutan, menjaga daerah aliran sungai, dan menjaga kualitas air bukan hanya bagian dari komitmen lingkungan, tetapi juga menjadi fondasi ketahanan energi kami. Energi yang kami gunakan berasal dari alam, sehingga keberlangsungan operasi sangat bergantung pada kemampuan kami menjaga ekosistem tersebut,” ujar Abu.

Pernyataan tersebut disampaikan Abu dalam kegiatan Sosialisasi Kebijakan Energi yang diselenggarakan Dewan Energi Nasional (DEN) bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, 15 September 2026.

Mengelola Air untuk Menjaga Keandalan Energi

PT Vale menerapkan berbagai langkah pengelolaan lingkungan untuk menjaga kualitas air sekaligus mempertahankan keberlanjutan ekosistem di sekitar wilayah operasinya.

BACA JUGA :  Cuaca Ekstrem Landa Konawe Selatan, Kepolisian Aktif Tangani Bencana dan Keamanan Jalan

Di area pertambangan, air limpasan dikelola melalui kolam pengendapan atau sediment pond serta fasilitas pengolahan air. Air baru dilepas ke badan air alami setelah memenuhi baku mutu lingkungan yang berlaku.

Pengelolaan air juga menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan sistem pembangkitan listrik PT Vale, terutama di tengah meningkatnya variabilitas kondisi hidrologis.

Pengaturan volume dan debit air dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi hidrologis, kebutuhan pembangkitan listrik, serta keberlanjutan ekosistem danau.

Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga keandalan pasokan air bagi pembangkitan listrik sekaligus memastikan pemanfaatan sumber daya air dilakukan secara bertanggung jawab.

Pendekatan ini juga menjadi bagian dari strategi perusahaan meningkatkan ketahanan operasi terhadap variabilitas iklim, khususnya karena kegiatan industri PT Vale di Sorowako mengandalkan energi hidro sebagai sumber utama pasokan listrik.

Dorong Efisiensi Energi dan Dekarbonisasi

PT Vale tidak hanya mengandalkan energi hidro, tetapi juga terus mengembangkan inovasi untuk meningkatkan efisiensi energi dan menekan emisi karbon dalam kegiatan operasi dan pengolahan nikel.

Sejumlah inisiatif yang dilakukan antara lain optimalisasi dan pelapisan kanal untuk mengurangi kehilangan air sekaligus meningkatkan efisiensi pembangkitan listrik.

Perusahaan juga melakukan konversi ketel uap berbahan bakar minyak menjadi electric boiler, mengoptimalkan pengelolaan bijih untuk mengurangi kadar air sebelum proses pengeringan, serta meningkatkan efisiensi sistem pengangkutan material.

Berbagai program elektrifikasi dan pemanfaatan energi rendah karbon turut dikembangkan sebagai bagian dari transformasi menuju kegiatan pertambangan dan pengolahan yang semakin rendah karbon.

“Pemanfaatan PLTA sebagai sumber utama pasokan listrik untuk proses pengolahan nikel membantu operasi Sorowako mempertahankan intensitas emisi GRK yang relatif rendah dibandingkan sejumlah fasilitas pengolahan nikel saprolit sejenis di Indonesia,” kata Abu.

BACA JUGA :  Susun Rencana Pascatambang Blok Morowali, PT Vale Gelar Konsultasi Stakeholder

DEN Soroti Pengelolaan PLTA Sorowako

Pendekatan PT Vale dalam mengelola sumber daya air dan energi terbarukan turut mendapat perhatian dari Dewan Energi Nasional.

Anggota DEN, Sripeni Inten Cahyani, menilai pengelolaan tiga PLTA di Sorowako dapat menjadi pembelajaran dalam pengembangan energi terbarukan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Di tengah kondisi cuaca yang ekstrem saat ini, banyak pembangkit listrik tenaga air mengalami penurunan kemampuan produksi. Namun yang menarik, PLTA milik PT Vale tetap mampu beroperasi dengan baik. Ini menjadi lesson learned yang sangat penting mengenai bagaimana pengembangan dan pengelolaan PLTA dilakukan secara terintegrasi dengan pengelolaan lingkungan dan kawasan tangkapan airnya,” ujar Sripeni.

Menurut Sripeni, ketahanan energi tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya kapasitas pembangkit. Kemampuan menjaga ekosistem yang menjadi sumber energi juga menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan sistem energi.

Keterlibatan PT Vale dalam forum yang digelar DEN bersama Unhas tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Sejalan dengan visi perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mentransformasi masa depan bersama, PT Vale menyatakan komitmennya untuk menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dengan tetap menciptakan nilai ekonomi, menjaga lingkungan, serta mendukung agenda transisi energi, dekarbonisasi, dan pembangunan rendah karbon di Indonesia.