PT Vale Dorong Transformasi Pertambangan Morowali dengan Teknologi dan Praktik Berkelanjutan

oleh -63 Dilihat

Palu, Berikabar.co – PT Vale Indonesia Tbk, anggota Grup Mining Industry Indonesia (MIND ID), mendorong transformasi industri pertambangan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, melalui penerapan teknologi digital dan praktik pertambangan berkelanjutan.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun kegiatan pertambangan yang aman, bertanggung jawab, sekaligus mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

Komitmen itu disampaikan dalam Jambore Pertambangan dan Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Sulawesi Tengah 2026 yang berlangsung di Palu pada 22–23 September 2026. Mengusung tema “Pertambangan Ramah Lingkungan untuk Generasi Mendatang dan Peradaban Berkelanjutan”, forum tersebut menjadi ruang berbagi praktik antara pemerintah, industri, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Senior Manager Bahodopi Operations PT Vale, Sarjan Soleman, mengatakan pengelolaan sumber daya mineral perlu ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas dengan mempertimbangkan kinerja operasional, keselamatan pekerja, perlindungan lingkungan, serta manfaat bagi masyarakat.

“Bagi PT Vale, pertambangan berkelanjutan bukan hanya mengenai bagaimana kami mengelola sumber daya mineral, tetapi juga bagaimana memastikan setiap kegiatan dijalankan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan keselamatan, lingkungan, masyarakat, dan kepentingan generasi mendatang,” ujar Sarjan.

Di Morowali, PT Vale memasuki tahap produksi pada 2025 setelah menjalankan persiapan dan pembangunan infrastruktur sejak 2023. Operasi perusahaan menerapkan prinsip good mining practices, antara lain melalui penguatan keselamatan dan kesehatan kerja, tata kelola operasional, konservasi sumber daya, reklamasi dan rehabilitasi lahan, pengelolaan keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan masyarakat.

Dalam forum tersebut, PT Vale memaparkan penerapan teknologi digital dalam kegiatan pertambangan di Bungku Timur, Kabupaten Morowali. Salah satunya melalui Minerva, Mine Management System yang memungkinkan aktivitas dan peralatan di area operasi dipantau secara real time.

BACA JUGA :  PLN Dukung Petani Kopi Banggai Tumbuh Bersama Proyek Listrik

Sistem tersebut digunakan untuk memantau berbagai aktivitas, mulai dari pergerakan alat dan kegiatan penambangan hingga kondisi jalan tambang. Data yang dihasilkan menjadi bagian dari dukungan terhadap pengambilan keputusan operasional berbasis kondisi aktual di lapangan.

“Minerva kami terapkan agar peralatan untuk kegiatan konstruksi maupun penambangan dapat dipantau secara terintegrasi. Informasi tersebut membantu kami melihat kondisi aktual di lapangan dan mengambil keputusan berbasis data,” jelas Sarjan.

Selain Minerva, PT Vale menggunakan sistem high precision pada excavator untuk membantu operator melakukan penggalian berdasarkan desain dan parameter teknis yang telah ditetapkan. Penerapan teknologi ini ditujukan untuk meningkatkan akurasi pekerjaan sekaligus mengurangi ketergantungan pada patok survei konvensional dan mendukung konservasi sumber daya mineral.

Bagi PT Vale, digitalisasi menjadi bagian dari sistem pengelolaan pertambangan yang menghubungkan produktivitas dengan aspek keselamatan, efisiensi, dan pengelolaan dampak lingkungan. Penerapannya juga berjalan bersama kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, karyawan, mitra kerja, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Sejalan dengan tujuan Perseroan, di Morowali kami hadir untuk meningkatkan kualitas hidup dan membangun masa depan yang lebih baik, bersama. Tujuan tersebut membutuhkan keterlibatan dan kerja sama yang konsisten dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar Sarjan.

Wagub Sulteng Harap Praktik PT Vale Jadi Rujukan

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido menekankan pentingnya menjaga keselarasan antara pertumbuhan industri, penerapan standar, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat dalam pengembangan sektor pertambangan.

Ia menilai pengembangan fasilitas pengolahan High Pressure Acid Leach (HPAL) di Sambalagi, Morowali, telah dirancang dengan memperhatikan standar yang berlaku.

“Salah satu contoh penerapan industri yang bagus ada di Sambalagi, Morowali, melalui pengembangan pabrik HPAL. Menurut saya, itu sudah bagus sekali karena dirancang sesuai dengan standar yang ada. Harapannya, hal seperti ini dapat terus dipertahankan,” ujar Reny.

BACA JUGA :  Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Borong 6 Penghargaan PROPER Hijau dari KLH

Menurut Reny, perkembangan kegiatan pertambangan harus berjalan seiring dengan kemajuan wilayah dan masyarakat di sekitarnya. Pertumbuhan industri, kata dia, perlu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kita senang ada tambang, tetapi harus sejalan dan berkembang bersama masyarakat di dalamnya. Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan tersebut dapat berjalan secara berkesinambungan,” lanjutnya.

Jambore Pertambangan dan FKTT Sulawesi Tengah 2026 juga membahas sejumlah isu strategis, mulai dari kepemimpinan pertambangan, keselamatan kerja, efisiensi operasional, pengelolaan lingkungan, ESG, hingga mitigasi dampak kegiatan pertambangan.

Rangkaian kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan Workshop Pertambangan dan Geologi di Universitas Tadulako pada 23 September 2026.

“Melalui forum seperti ini, kita dapat saling belajar dan memperkuat praktik yang mendukung pertambangan yang aman, bertanggung jawab, serta memberikan manfaat jangka panjang,” kata Sarjan.

Melalui penerapan teknologi di lapangan dan pertukaran pengetahuan dalam forum industri, PT Vale memperkuat kontribusinya bersama MIND ID dalam mendorong pengembangan industri pertambangan nasional. Integrasi teknologi, keselamatan, pengelolaan lingkungan, dan kolaborasi menjadi bagian dari pendekatan perusahaan dalam menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan generasi mendatang.