OJK Sultra dan IJK Realisasikan Pembiayaan Rp1,4 Miliar untuk Petani Kakao Kolaka Utara

oleh -93 Dilihat

Kolaka Utara, Berikabar.co  – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dan industri jasa keuangan (IJK) memperluas akses pembiayaan bagi petani kakao melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Komoditas Unggulan Kakao.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) PED Komoditas Kakao di Aula Kantor Bupati Kolaka Utara, Rabu (30/9/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembiayaan yang terintegrasi bagi petani kakao dari hulu hingga hilir.

Dalam kegiatan tersebut, akses pembiayaan produktif langsung direalisasikan kepada petani. PT BPD Sulawesi Tenggara atau Bank Sultra menyalurkan KUR senilai Rp1,25 miliar, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyalurkan pembiayaan Mekaar sebesar Rp22 juta, sementara PT BPR Bahteramas Kolaka Utara menyalurkan kredit produktif dengan total Rp130 juta.

Jika digabungkan, realisasi pembiayaan tersebut mencapai sekitar Rp1,4 miliar. Penyaluran ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat kapasitas usaha petani sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber pembiayaan informal.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara Bismi Maulana Nugraha menegaskan bahwa program PED Komoditas Kakao dirancang agar petani mendapatkan dukungan secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi pembiayaan.

Menurutnya, petani akan memperoleh pendampingan teknis, akses pembiayaan yang disesuaikan dengan siklus panen, perlindungan melalui jaminan sosial dan asuransi, serta kepastian pasar melalui komitmen offtaker.

Bismi juga mengingatkan agar pembiayaan produktif yang disalurkan benar-benar digunakan untuk mendukung kegiatan usaha tani.

“Ukuran keberhasilan kita bukanlah seberapa banyak tanda tangan yang dibubuhkan hari ini, tetapi bagaimana kondisi kebun menjadi jauh lebih produktif dan dompet para petani menjadi lebih tebal pada tahun-tahun mendatang. Nota Kesepahaman ini bukanlah garis finis, melainkan sebuah garis start dari komitmen panjang kita bersama untuk memajukan kesejahteraan petani kakao di Kolaka Utara,” tegas Bismi di hadapan seluruh peserta yang hadir.

BACA JUGA :  Danlanal Palu Apresiasi Komitmen PT Vale Jaga Keseimbangan Lingkungan di Morowali

Selain pembiayaan, sejumlah lembaga jasa keuangan juga memberikan dukungan sarana produksi kepada petani. Bank Sultra menyerahkan 12 unit sarana pertanian berupa alat semprot atau sprayer elektronik beserta jaring jemur kepada 10 petani.

PT BPR Bahteramas Kolaka Utara juga merealisasikan bantuan kepada dua petani serta tambahan tiga unit alat sprayer. Sementara itu, PT Pegadaian menyerahkan tabung semprot kepada empat petani.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat produktivitas petani kakao sekaligus membangun akses keuangan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan usaha perkebunan di Kolaka Utara.