OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi dan Keuangan Syariah

oleh -95 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co  — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong generasi muda mengambil peran lebih besar sebagai penggerak ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Penguatan peran tersebut dilakukan melalui peningkatan literasi, pemahaman, serta kemampuan generasi muda dalam memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah.

Upaya itu salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 yang menjadi wadah pembelajaran, kompetisi, sekaligus pengembangan kapasitas generasi muda di bidang keuangan syariah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, ISFO dirancang agar pemahaman mengenai keuangan syariah tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas ekonomi.

“Melalui lomba cerdas cermat keuangan syariah, para peserta mengasah pengetahuan dan pemahaman mereka. Melalui kompetisi Wirausaha Muda Syariah, pemahaman tersebut diterapkan menjadi gagasan, inovasi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Dicky.

Puncak ISFO 2026 dengan tema “Learn, Innovate, Elevate” digelar di Aula Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Ajang tersebut diikuti 11.952 peserta yang tergabung dalam 4.030 tim dari seluruh Indonesia.

Jumlah peserta tersebut meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara jumlah tim bertambah sekitar 15 persen. Peningkatan itu menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda untuk mempelajari dan mengembangkan pemahaman mengenai keuangan syariah.

Dicky menegaskan, keberhasilan ISFO tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta yang menjadi juara. Lebih dari itu, kompetisi tersebut diharapkan melahirkan generasi muda yang CAKAP dalam memahami keuangan, BIJAK dalam memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan, PRODUKTIF dalam menciptakan nilai tambah, serta TERLINDUNGI dalam memahami hak dan risiko serta menjaga keamanan transaksi dan data pribadi.

BACA JUGA :  Berikan Rasa Nyaman bagi Pengunjung Mall, Ditpamobvit Polda Sultra Intensifkan Patroli Nataru

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti mengatakan, Indonesia memiliki modal sosial yang besar berupa generasi muda muslim yang berpendidikan, kreatif, produktif, dermawan, dan memiliki idealisme kuat.

“Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar berupa kelompok generasi muda Muslim yang berpendidikan, kreatif, produktif, dermawan, serta memiliki idealisme yang kuat. Potensi inilah yang akan menjadi penggerak utama perkembangan ekonomi syariah Indonesia di masa depan,” kata Abdul Mu’ti.

Menurut Abdul Mu’ti, ekonomi syariah tidak hanya berkaitan dengan akumulasi kekayaan, tetapi juga bagaimana manfaat ekonomi dapat didistribusikan kepada seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, generasi muda didorong terus belajar, berkreasi, mengelola keuangan secara bijak, membangun usaha produktif, serta menciptakan nilai tambah bagi bangsa.

Sementara itu, Menteri Koperasi Republik Indonesia sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono menilai koperasi dapat menjadi salah satu wadah yang relevan bagi generasi muda untuk mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis kebersamaan.

“Koperasi dapat menjadi salah satu alternatif badan usaha yang sangat relevan bagi generasi muda. Koperasi tidak hanya menjadi sarana berkumpul dan bekerja sama, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan,” ujar Ferry.

Ferry juga mendorong generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi dan layanan yang tersedia, tetapi mampu menciptakan produk, membangun usaha, serta melahirkan inovasi yang memiliki nilai tambah.

Melalui ISFO 2026, OJK berharap para peserta dapat menjadi Duta Literasi Keuangan Syariah yang mampu menyebarkan pemahaman mengenai ekonomi dan keuangan syariah sekaligus menjadi bagian dari generasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.