OJK dan Kemendikdasmen Perkuat Literasi Keuangan Syariah di Sekolah

oleh -69 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co  — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat edukasi dan literasi keuangan sejak jenjang pendidikan melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Penguatan tersebut mencakup pengembangan pendidikan literasi finansial, termasuk pemahaman mengenai keuangan syariah.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara OJK dan Kemendikdasmen dalam rangkaian Puncak Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 di Aula Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Nota Kesepahaman tersebut diharapkan menjadi landasan untuk memperkuat koordinasi dan sinkronisasi kebijakan maupun program dalam pengembangan pendidikan dan literasi keuangan di lingkungan satuan pendidikan.

Pada kesempatan yang sama, OJK juga meluncurkan Bahan Ajar Literasi Finansial Fase E dan Fase F yang disusun bersama pemangku kepentingan terkait. Bahan ajar tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung Panduan Pendidikan Literasi Finansial yang diterbitkan Kemendikdasmen pada 2024.

Bahan ajar literasi finansial tersebut mengintegrasikan kompetensi literasi finansial ke dalam pendidikan formal melalui pembelajaran intrakurikuler, termasuk Matematika dan Ekonomi, serta kegiatan kokurikuler.

Materi tersebut telah melalui proses kurasi dan tersedia di platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen. Kehadiran bahan ajar tersebut diharapkan membantu tenaga pendidik menyampaikan materi literasi keuangan yang relevan dan aplikatif kepada peserta didik.

Penguatan literasi sejak usia sekolah dinilai penting agar pelajar memiliki bekal dalam mengambil keputusan keuangan, baik untuk kebutuhan saat ini maupun ketika memasuki kehidupan ekonomi yang lebih kompleks di masa mendatang.

Upaya tersebut juga sejalan dengan penyelenggaraan ISFO 2026 yang menjadi wadah edukasi dan kompetisi untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai keuangan syariah, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta mendorong inovasi di bidang ekonomi dan keuangan syariah.

Puncak ISFO 2026 dengan tema “Learn, Innovate, Elevate” diikuti 11.952 peserta yang tergabung dalam 4.030 tim dari seluruh Indonesia. Jumlah tersebut meningkat sekitar 12 persen untuk peserta dan 15 persen untuk tim dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA :  Mampu Jaga Kelestarian Lingkungan, PT Vale Dapat Apresiasi dari Kakanwil Bea Cukai Sulbagsel

Setelah melalui tahapan seleksi, Grand Final ISFO 2026 mempertemukan peserta terbaik dari berbagai daerah dalam tiga kompetisi, yakni Cerdas Cermat Keuangan Syariah (CCKS) kategori pelajar, CCKS kategori mahasiswa, dan Wirausaha Muda Syariah (WMS) kategori mahasiswa.

Pada kategori CCKS pelajar, juara pertama diraih tim MAN Insan Cendekia Kota Batam yang terdiri dari Keanu Alief Montoya, Ahmad Akif Al Zahrawi, dan M. Razan Aqil Muflih. Sementara kategori mahasiswa dimenangi tim Universitas Brawijaya Malang yang terdiri dari Aida Aulia Rahmah, Iskazkro Rohmat Chaska, dan Dea Alifiah Ihsani.

Untuk kompetisi Wirausaha Muda Syariah, juara pertama diraih Athar Ibrahim Toyib dan Zahra Nurul Rizkiyah dari IPB University melalui usaha Sortine.

Melalui integrasi edukasi, bahan ajar, dan kompetisi, OJK berharap literasi keuangan syariah tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi menjadi keterampilan yang dapat diterapkan generasi muda dalam mengambil keputusan keuangan secara bijak, aman, dan produktif.