Ekonomi Sultra Tumbuh 6,19 Persen, BI Prediksi Penguatan Berlanjut di Triwulan III

oleh -64 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara memprakirakan kinerja ekonomi Sulawesi Tenggara pada Triwulan III 2026 terus menguat, terutama ditopang sektor pertanian seiring membaiknya produksi padi dan meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP).

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Tenggara Edwin Permadi menyampaikan perkembangan tersebut dalam kegiatan Bincang Bersama Media Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari, Selasa (29/9/2026).

Penguatan ekonomi pada Triwulan III 2026 diprakirakan mampu mengimbangi normalisasi konsumsi rumah tangga serta perlambatan yang terjadi pada sejumlah sektor, terutama pertambangan, konstruksi, dan perdagangan.

Prospek tersebut melanjutkan kinerja ekonomi Sulawesi Tenggara pada Triwulan II 2026 yang tumbuh kuat sebesar 6,19 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,29 persen (yoy).

BI juga mencatat perkembangan kegiatan usaha yang menunjukkan perbaikan pada sejumlah sektor, khususnya pertanian, pertambangan, industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan.

Pada sektor pertanian, pertumbuhan diprakirakan sejalan dengan bergesernya puncak masa panen ke periode pertengahan September hingga Oktober. Kondisi tersebut diharapkan memberikan dukungan terhadap aktivitas ekonomi daerah pada Triwulan III.

Sementara pada sektor pertambangan dan industri pengolahan, penguatan aktivitas usaha didorong penerbitan serta revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Di sektor konstruksi, aktivitas ekonomi meningkat seiring dimulainya persiapan sejumlah proyek strategis dan kawasan industri di Kolaka. Peningkatan aktivitas tersebut kemudian turut mendorong pemulihan perdagangan barang pendukung.

Dengan perkembangan tersebut, BI melihat struktur perekonomian Sulawesi Tenggara masih memiliki ruang untuk tumbuh melalui penguatan sektor produktif, hilirisasi, pertanian, serta aktivitas pembangunan dan investasi di sejumlah wilayah.

BACA JUGA :  Pertamina Rekonfigurasi 12 SPBU di Makassar, Gowa dan Maros untuk Tambah Titik Pengisian Pertalite