Jakarta, Berikabar.co – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat kemampuan dan kemauan masyarakat untuk menabung mengalami penurunan pada Juli 2026. Hasil Survei Konsumen dan Perekonomian (SKP) LPS menunjukkan Indeks Menabung Konsumen (IMK) berada di level 77,7, turun 4,0 poin dibandingkan Juni 2026.
Penurunan tersebut terjadi pada dua komponen pembentuk IMK. Indeks Kemampuan Menabung (IKPM) turun 1,3 poin menjadi 71,9, sedangkan Indeks Kemauan Menabung (IKMM) merosot 6,6 poin menjadi 83,6.
LPS menyebut perkembangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan pengeluaran rumah tangga. Salah satu faktor yang turut memengaruhi adalah kebutuhan biaya pendidikan serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Dari sisi kemampuan menabung, persentase responden yang menyatakan sering menabung turun tipis dari 17,1 persen pada Juni menjadi 17,0 persen pada Juli 2026. Pada saat yang sama, responden yang menyatakan jumlah tabungannya lebih kecil dari yang direncanakan meningkat dari 37,1 persen menjadi 38,1 persen.
Penurunan juga terlihat pada kemauan masyarakat untuk menabung. Persentase responden yang menilai Juli 2026 sebagai waktu yang tepat untuk menabung turun dari 27,0 persen menjadi 23,2 persen.
Pandangan terhadap waktu menabung dalam tiga bulan mendatang turut melemah. Persentasenya turun dari 34,8 persen pada Juni 2026 menjadi 28,5 persen pada Juli 2026.
Jika dilihat berdasarkan kelompok pendapatan rumah tangga, IMK sebagian besar kelompok mengalami penurunan. Penurunan terbesar terjadi pada rumah tangga berpendapatan di atas Rp3 juta hingga Rp7 juta per bulan, yakni 4,1 poin.
Penurunan berikutnya terjadi pada kelompok berpendapatan Rp1,5 juta hingga Rp3 juta sebesar 1,8 poin dan kelompok berpendapatan hingga Rp1,5 juta sebesar 0,4 poin. Sebaliknya, IMK rumah tangga berpendapatan di atas Rp7 juta meningkat 4,3 poin dan tetap berada di atas level 100.
Kondisi tersebut menunjukkan tekanan pengeluaran rumah tangga turut memengaruhi ruang masyarakat untuk menyisihkan pendapatan. Ketika kebutuhan rumah tangga meningkat, kemampuan maupun kemauan untuk menambah tabungan cenderung ikut tertekan.





