Kendari, Berikabar.co — Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Tenggara memperkuat sinergi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Sultra dalam menghadapi berbagai tantangan penyelenggaraan pemilu ke depan.
Penguatan koordinasi tersebut dibahas dalam audiensi jajaran KPU dan Bawaslu Sultra dengan Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H. di Lobi Depan Mapolda Sultra, Selasa (11/8/2026).
Audiensi tersebut disambut langsung Kapolda Sultra didampingi Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K., serta sejumlah pejabat utama Polda Sultra. Pertemuan menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara kepolisian dengan penyelenggara pemilu.
Ketua KPU Provinsi Sulawesi Tenggara Suprihaty Prawaty Nengtias, S.P., M.P., menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Sultra yang telah menerima jajaran KPU. Menurutnya, komunikasi dengan kepolisian menjadi bagian penting dalam mempersiapkan penyelenggaraan pemilu yang aman, tertib dan sukses.
“Terima kasih Bapak Kapolda sudah menerima kami dari KPU. Ini adalah hal yang sangat luar biasa, terutama terkait bagaimana kesuksesan persiapan pemilu ke depannya,” ujar Suprihaty.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara Iwan Rompo Banne juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Sulawesi Tenggara yang berhasil meraih penghargaan tingkat nasional dalam kategori pembinaan.
Sentra Gakkumdu merupakan wadah kerja sama antara Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan dalam menangani dugaan tindak pidana pemilu. Penghargaan tersebut kemudian diserahkan kepada Kapolda Sultra selaku ex officio penasehat Sentra Gakkumdu.
“Pada kesempatan ini kami menyerahkan penghargaan kepada Bapak Kapolda. Harapan kami ke depan, sinergi antara unsur Sentra Gakkumdu dan kepolisian semakin ditingkatkan,” kata Iwan.
Menurut Iwan, penghargaan tersebut menjadi capaian yang membanggakan sekaligus motivasi bagi seluruh unsur yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat koordinasi antarlembaga.
Penguatan sinergi dinilai penting mengingat tantangan dalam penyelenggaraan pemilu ke depan diperkirakan semakin kompleks. Koordinasi yang solid antara penyelenggara pemilu dan aparat penegak hukum diharapkan dapat mempercepat penanganan setiap persoalan yang muncul selama tahapan pemilu.
KPU, Bawaslu, Kepolisian dan unsur penegak hukum lainnya diharapkan terus menjaga komunikasi serta membangun kerja sama yang efektif untuk memastikan seluruh tahapan pemilu berjalan sesuai ketentuan.
Sinergi antarlembaga tersebut juga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif, sekaligus memastikan proses demokrasi di Sulawesi Tenggara dapat berlangsung secara aman, tertib dan berintegritas.





