IESPA Apresiasi Kapolri Cup 2026, Jadi Wadah Talenta E-Sports dari Polres hingga Nasional

oleh -114 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co  – Ketua Umum Indonesia Esports Association (IESPA) Ibnu Riza mengapresiasi penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 yang dinilai mampu membuka ruang kompetisi sekaligus pengembangan talenta e-sports dari berbagai daerah di Indonesia.

Apresiasi tersebut disampaikan Ibnu Riza saat menghadiri Opening E-Sports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Ibnu Riza, salah satu keunggulan Kapolri Cup 2026 terletak pada sistem kompetisi yang digelar secara berjenjang. Peserta dapat memulai perjalanan kompetisinya dari tingkat Polres, kemudian Polda, hingga Mabes Polri atau tingkat nasional.

“Ini adalah wadah yang luar biasa. Turnamen amatir yang terbesar untuk e-sport, khususnya Mobile Legends,” ujar Ibnu Riza.

Kapolri Cup 2026 terbuka bagi masyarakat umum, khususnya generasi muda yang memiliki minat dan kemampuan di bidang e-sports. Peserta mendaftarkan diri melalui jajaran Polda dan Polres di wilayah masing-masing sebelum mengikuti rangkaian pertandingan hingga tingkat nasional.

Besarnya antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 35.936 orang. Mereka berasal dari 34 Polda dan 403 Polres yang mengikuti rangkaian kompetisi E-Sports Kapolri Cup 2026.

Ibnu Riza menilai mekanisme kompetisi tersebut memberikan peluang yang lebih luas bagi talenta e-sports dari berbagai daerah untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengembangkan kemampuan mereka.

“Harapannya kepada Polri, semoga acaranya berkelanjutan karena ini wadah yang luar biasa, dari jenjang Polres, provinsi, Polda sampai dengan Mabes Polri atau nasional,” katanya.

Polri Hadir di Ruang Digital Generasi Muda

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. mengatakan, perkembangan teknologi digital telah membuka ruang yang luas bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, mengasah kompetensi, hingga meraih prestasi.

Namun, menurutnya, perkembangan ruang digital juga menghadirkan sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital tahun 2026 yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Indonesia berada di posisi keempat dunia dalam jumlah pengguna internet, dengan 48 persen pengguna internet merupakan anak-anak dan remaja di bawah usia 18 tahun.

BACA JUGA :  Tinjau Banjir Kendari, Mentan Amran Sulaiman Puji Respons Cepat dan Kepedulian Polda Sultra

Kondisi itu menunjukkan besarnya keterlibatan generasi muda dalam ekosistem digital sekaligus pentingnya menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif.

“Peran Polri dalam transformasi digital tidak hanya sebagai penjaga aktivitas di ruang siber, namun juga sebagai pengawas agar setiap aktivitas tetap berjalan secara produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Komjen Dedi.

Menurutnya, kehadiran Polri di ruang digital juga diwujudkan melalui edukasi digital citizenship. Langkah tersebut diarahkan agar generasi muda mampu menggunakan teknologi secara cakap sekaligus memahami berbagai risiko yang muncul di ruang siber.

Salah satu bentuk konkret pendekatan tersebut adalah penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026.

“Aktivitas yang dahulu lebih banyak dipandang sebagai hobi kini telah tumbuh menjadi ruang ekspresi, kompetisi dan prestasi yang diakui secara luas,” katanya.

Kolaborasi Bangun Ekosistem E-Sports

Penyelenggaraan Kapolri Cup 2026 merupakan hasil kolaborasi Polri bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), IESPA, serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Opening kegiatan turut dihadiri perwakilan Kemenko PMK, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, TNI, Kejaksaan Agung, dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Sementara jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia mengikuti kegiatan secara daring.

Kolaborasi lintas lembaga tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem e-sports yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pengembangan talenta, olahraga prestasi, kreativitas, dan aktivitas positif bagi generasi muda.

Dari Mimpi Menjadi Prestasi

Kapolri Cup 2026 mengusung tagline “Dream to Become”. Melalui kompetisi tersebut, Polri mendorong generasi muda agar mampu mengembangkan minat dan kemampuan menjadi prestasi yang memiliki nilai lebih luas.

Wakapolri berharap kompetisi tersebut dapat melahirkan talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas, dan memiliki daya saing di tingkat global.

BACA JUGA :  Kapolri dan Panglima TNI Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Soliditas hingga Tingkat Jajaran

“Semangat inilah yang ingin kita bangun, yaitu mengubah mimpi menjadi kemampuan, kemampuan menjadi prestasi, dan prestasi menjadi masa depan,” tutur Komjen Dedi.

Selain kemampuan teknis dalam permainan, peserta juga didorong untuk membangun karakter melalui nilai sportivitas, disiplin, kerja sama tim, dan kepemimpinan.

“Jadikan ajang ini sebagai ruang untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan jiwa kepemimpinan. Selain kemenangan yang tentunya patut dibanggakan, semangat fair play adalah kehormatan yang juga harus dirawat dalam diri,” pesan Wakapolri.

Para peserta juga diharapkan turut berperan dalam menjaga ruang digital tetap aman dan bertanggung jawab.

“Jadikan diri kalian duta Kamtibmas siber dengan memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman dan bertanggung jawab,” ujar Komjen Dedi.

Ia menegaskan, terciptanya ruang digital yang sehat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

“Ruang digital yang sehat, aman dan produktif hanya dapat terwujud melalui kepedulian dan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Dengan melibatkan 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres, Kapolri Cup 2026 menunjukkan besarnya minat masyarakat sekaligus potensi talenta muda Indonesia di bidang e-sports.

Sejalan dengan apresiasi IESPA, penyelenggaraan Kapolri Cup diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi wadah kompetisi berjenjang yang membuka kesempatan bagi talenta e-sports dari berbagai daerah untuk berkembang, mulai dari tingkat Polres dan Polda hingga menembus panggung nasional.