Bank Indonesia Bawa Produk Unggulan Sultra ke KKI 2026, UMKM Siap Naik Kelas

oleh -63 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sulawesi Tenggara kembali mendapat panggung untuk memperluas pasar dan memperkuat daya saing melalui ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 20–23 Agustus 2026. Kegiatan tahunan berskala nasional tersebut menjadi wadah strategis bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan daerah sekaligus membangun jejaring usaha yang lebih luas.

KKI 2026 mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing” dengan semangat “BeudayaMeusareSare” dari Aceh yang bermakna Berdaya, Bersama-Sama. Kegiatan ini dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming, serta dihadiri sejumlah menteri, pimpinan lembaga negara, duta besar negara sahabat, perbankan, asosiasi, dan pelaku usaha.

Dalam sambutannya, Destry Damayanti menegaskan pentingnya penguatan UMKM sebagai fondasi ekonomi nasional yang tangguh menghadapi berbagai tantangan.

“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujar Destry Damayanti, saat membuka KKI 2026.

Bank Indonesia menyelenggarakan KKI 2026 dengan menggandeng 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis. Sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat akses pembiayaan, digitalisasi, peningkatan kapasitas usaha, hingga perluasan pasar bagi UMKM. Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.

BACA JUGA :  Kemenag Sultra Gelar Deklarasi Damai Lintas Agama Jelang Pencoblosan

Peran UMKM yang mencapai sekitar 64 juta pelaku usaha, menyerap 97 persen tenaga kerja, serta berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, menjadi alasan utama penguatan sektor tersebut terus dilakukan. Di Sulawesi Tenggara, UMKM juga memegang peran penting dalam menggerakkan ekonomi daerah melalui produk unggulan seperti wastra, kerajinan, kopi, hingga berbagai produk makanan dan minuman olahan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM daerah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara membawa sejumlah UMKM binaan untuk tampil dalam KKI 2026. Pada kategori wastra, Sulawesi Tenggara diwakili oleh Annisa Tenun Masalili dan Sultra Tenun. Sementara pada area Cangkir Nusantara hadir Anoa Coffee dan Arentim yang memperkenalkan kekayaan cita rasa kopi dan produk lokal daerah.

Selain itu, berbagai produk unggulan Sulawesi Tenggara turut dipamerkan melalui UMKM Saraba Al Amin, Bin Amr Food, Biwon, Coklat Anoa, Nadine Azzahra, Great Celebes Co, Kamoohu, Kasi Tahu, Kedai Neng Bagers, Kelorku, Kopsa Chicken Naswol, KWT Matahari, To Lucky Deela, Makeza Food Indonesia, Meteqta, Raisya Craft, Sagumi, Tenun Buton, Bravo Mete, Dapur El Ummu, Lily Tenun, dan Industri Kelapa Kampung. Kehadiran mereka menjadi momentum untuk memperluas pengenalan produk unggulan Sulawesi Tenggara kepada pasar nasional bahkan internasional.

Kekayaan wastra Sulawesi Tenggara juga mendapat sorotan dalam Pagelaran Fashion Wastra Karya Kreatif Indonesia 2026 bertajuk “Romansa Muda”. Dalam ajang tersebut, Annisa Tenun Masalili berkolaborasi dengan desainer nasional Dery Rizkianto dan Peggy Hartanto untuk menghadirkan karya fesyen yang memadukan kekayaan budaya lokal dengan sentuhan desain kontemporer, sekaligus memperkuat posisi wastra Sulawesi Tenggara di pasar yang lebih luas.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, menyampaikan bahwa partisipasi UMKM binaan BI Sultra dalam KKI 2026 merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong pelaku usaha daerah naik kelas dan semakin kompetitif. Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang nasional tersebut tidak hanya memperkenalkan produk unggulan Sultra, tetapi juga membuka peluang pengembangan jejaring usaha, akses pasar, serta mendorong inovasi produk agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

BACA JUGA :  Program September Sensation Kalla Toyota Sultra Tawarkan Promo Cash Hingga Gratis Paket BBM

KKI 2026 yang merupakan penyelenggaraan ke-11 menghadirkan lebih dari 550 UMKM pada pameran luring dan melibatkan lebih dari 1.300 UMKM melalui pameran daring. Dengan berbagai program penguatan kapasitas, akses pasar, dan digitalisasi yang dihadirkan, ajang ini diharapkan menjadi katalis bagi pertumbuhan UMKM Indonesia yang lebih tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.