Stok BBM Aman, Pertamina Tambah Penyaluran Solar 14,6 Persen dan Pertalite 7,6 Persen di Sulsel

oleh -208 Dilihat

Makassar, Berikabar.co – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan stok dan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepastian tersebut disampaikan di tengah meningkatnya permintaan BBM di sejumlah wilayah. Pertamina memastikan distribusi ke seluruh SPBU terus dipantau dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan sejumlah langkah telah dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan, mulai dari pemantauan stok, penyesuaian penyaluran, hingga optimalisasi pelayanan di SPBU.

“Stok BBM kami pastikan aman dan distribusi terus berjalan. Kami juga melakukan penguatan pelayanan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir maupun melakukan panic buying,” ujar Deny.

Berdasarkan data penyaluran, rata-rata konsumsi harian Solar JBT pada Agustus 2026 meningkat 14,6 persen dibandingkan Mei 2026. Kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas logistik, transportasi, dan kegiatan masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.

Mengantisipasi peningkatan permintaan, Pertamina telah meningkatkan penyaluran Solar JBT sebesar 14,6 persen dan Pertalite sebesar 7,6 persen di wilayah Sulawesi Selatan.

Penyesuaian volume penyaluran dilakukan berdasarkan perkembangan konsumsi, kondisi stok, serta kebutuhan di masing-masing wilayah.

“Permintaan memang mengalami peningkatan, terutama pada beberapa jenis BBM dan wilayah tertentu. Namun dari sisi ketersediaan, kami memastikan pasokan tetap berjalan dan mencukupi. Pertamina telah melakukan berbagai penyesuaian agar kebutuhan masyarakat tetap terlayani,” ujar Deny.

Selain meningkatkan volume penyaluran, Pertamina memperkuat distribusi dengan melakukan penyesuaian jam operasional depot, termasuk memajukan aktivitas suplai dari titik distribusi. Armada mobil tangki juga dioptimalkan melalui skema spot charter untuk mempercepat pengiriman ke SPBU yang membutuhkan tambahan pasokan.

BACA JUGA :  Pasar Murah Polda Sultra Diserbu Warga, Stok Telur dan Beras SPHP Jadi Incaran Utama

Pada sejumlah SPBU dengan tingkat kebutuhan tinggi, tambahan suplai dapat dilakukan hingga 15 persen dari kondisi normal. Kondisi stok, tingkat konsumsi, dan antrean dipantau secara berkala mulai dari titik suplai hingga SPBU.

Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar bagi Pertamina untuk menyesuaikan volume, waktu pengiriman, hingga prioritas penyaluran apabila terdapat SPBU yang membutuhkan tambahan pasokan.

LPG 3 Kg Juga Diperkuat

Penguatan pasokan tidak hanya dilakukan untuk BBM. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi juga meningkatkan penyaluran LPG 3 Kg dengan melakukan extra dropping hingga 130 persen dari rata-rata penyaluran harian untuk wilayah Sulawesi Selatan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan sekaligus memastikan LPG bersubsidi tetap tersedia melalui jaringan penyalur resmi.

Di sisi pelayanan, sejumlah SPBU akan beroperasi selama 24 jam, terutama di lokasi yang mengalami peningkatan permintaan dan antrean. Pertamina berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk memastikan kesiapan petugas, operasional, dan kelancaran pelayanan.

“SPBU yang ditetapkan akan beroperasi 24 jam untuk melayani masyarakat. Kami terus menjaga distribusi agar pasokan BBM tetap tersedia dan pelayanan dapat berjalan dengan baik,” jelas Deny.

Pertamina juga memperkuat pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi. Monitoring dilakukan terhadap stok, pergerakan antrean, serta pola transaksi di SPBU.

Transaksi yang terindikasi tidak wajar akan dievaluasi dan dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan apabila ditemukan pembelian berulang atau indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Dalam pengawasan di lapangan, Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tetap tepat sasaran.

Sebelumnya, Pertamina telah memblokir 6.023 QR Code Subsidi Tepat yang terindikasi melakukan pengisian berulang atau transaksi tidak wajar.

Pertamina Imbau Warga Tak Panic Buying

Di tengah meningkatnya permintaan di sejumlah SPBU, Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan maupun menyimpan BBM dalam jumlah besar.

BACA JUGA :  Kapolda Sultra Atur Lalu Lintas di Kendari, Bagikan Helm Gratis dan Edukasi Pengendara

Pembelian secara wajar dinilai dapat membantu menjaga kelancaran pelayanan sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat lain untuk memperoleh BBM.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Stok BBM aman, distribusi terus kami jaga, dan SPBU akan terus melayani kebutuhan masyarakat. Belilah BBM secukupnya sesuai kebutuhan,” tegas Deny.

Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi melalui kanal resmi Pertamina serta mematuhi arahan petugas SPBU.

Apabila menemukan kendala pelayanan atau membutuhkan informasi terkait ketersediaan BBM maupun LPG, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Customer Solution (PCS) 135.

“Fokus kami adalah memastikan stok tetap aman, distribusi berjalan lancar, pengawasan terus diperkuat, dan masyarakat dapat terlayani dengan baik,” tutup Deny.