605 Jemaat Hadiri Jalsah Salanah Ahmadiyah di Kendari, Perkuat Persaudaraan dan Harmoni Sosial

oleh -175 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  – Sebanyak 605 anggota Jemaat Muslim Ahmadiyah dari berbagai wilayah di Indonesia Timur mengikuti Jalsah Salanah yang dipusatkan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Pertemuan tahunan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (3/7/2026), dengan mengusung tema “Saatnya Agama Menjadi Solusi, Bukan Sekadar Seremoni.”

Jalsah Salanah menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan pemahaman keagamaan bagi jemaat yang berasal dari Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, dan Maluku Utara.

Mubaligh Daerah (Mubda) Jemaat Ahmadiyah Sulawesi Tenggara, Muhamad Ali Ruppa, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan antaranggota sekaligus meningkatkan pengetahuan agama.

“Tujuannya adalah untuk memperkuat persaudaraan anggota dan menambah ilmu pengetahuan agama,” kata Muhamad Ali.

Menurutnya, kegiatan yang terbuka untuk masyarakat umum itu juga dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, akademisi, tokoh masyarakat, insan media, kalangan pemuda, hingga tokoh publik.

“Ahmadiyah hadir dan berpartisipasi dalam rangka memperkuat dialog, persaudaraan, dan harmoni sosial di tengah kehidupan kebangsaan yang majemuk,” terangnya.

Selama pelaksanaan Jalsah Salanah, peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari ceramah keagamaan, penguatan nilai cinta tanah air, pembinaan moral, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Forum ini juga bertujuan memperkuat pemahaman dan pengamalan Islam yang menjunjung tinggi nilai cinta kasih, perdamaian, penghormatan terhadap kemanusiaan, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” ungkapnya.

Pendiri Jemaat Muslim Ahmadiyah, Hz Mirza Ghulam Ahmad, sebagaimana dikutip dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa tujuan utama penyelenggaraan Jalsah Salanah adalah memberikan manfaat spiritual bagi setiap peserta.

“Di antara manfaat sekundernya adalah bahwa pertemuan berjamaah ini akan mendorong saling mengenal di antara semua saudara, dan akan memperkuat ikatan persaudaraan di dalam jemaat ini,” kata Hz Mirza.

BACA JUGA :  Digital Creative Millenials 2020, Kiat Telkomsel Dorong Transformasi Digital UMKM Tanah Air

Dalam kesempatan itu, Sekretaris DPD Patri Sulawesi Tenggara, Rustam, menilai Jemaat Ahmadiyah konsisten menyampaikan pesan-pesan perdamaian.

“Saya sangat senang berdiskusi dengan orang Ahmadiyah di mana orang Ahmadiyah ketika berdikusi tidak merendahkan lawan diskusinya,” kata Rustam.

Meski demikian, ia mengakui masih banyak informasi yang keliru mengenai Ahmadiyah sehingga perundungan maupun persekusi terhadap jemaat masih terjadi di sejumlah daerah.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kendari, Nursadah. Menurutnya, stigma negatif yang melekat pada Ahmadiyah masih sering muncul di tengah masyarakat, meski dalam praktiknya jemaat menjalankan aktivitas keagamaan tanpa mengganggu kehidupan sosial.

Nursadah menilai jurnalis memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang utuh agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih objektif terhadap keberagaman.

“Publik harus paham bahwa negara kita terdiri dari berbagai ragam kepercayaan. Sikap saling menghargai perlu dikedepankan, sehingga tidak mudah memberikan stigma negatif dan menghakimi penganut kepercayaan tertentu seperti yang dialami oleh kawan-kawan ahmadiyah,” tutur Nursadah saat menghadiri kegiatan Jalsah tersebut.

Pelaksanaan Jalsah Salanah yang berlangsung di Kompleks Pasar Baruga, Kendari, berjalan aman dan lancar hingga penutupan. Selama kegiatan berlangsung, masyarakat umum juga tampak datang dan menyaksikan rangkaian acara keagamaan tersebut.

Mewakili Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Achmad Supardi menyampaikan apresiasi atas kelancaran penyelenggaraan kegiatan.

“Dengan doa-doa kita semua, sehingga cuaca dan program-program kegiatan Jalsah ini dapat berjalan lancar dan sukses,” pungkas Achmad Supardi.