Kendari, Berikabar.co – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Negeri 4 Kendari berlangsung lancar dan dinilai sukses. Dari total 822 calon peserta didik yang mendaftar, sebanyak 535 siswa dinyatakan lolos dan diterima sesuai kuota yang telah ditetapkan sekolah.
Kepala SMA Negeri 4 Kendari, Liyu, S.Pd., M.Pd., mengatakan seluruh tahapan SPMB, mulai dari sosialisasi hingga pengumuman hasil seleksi, berjalan dengan baik tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah dari sekian banyak yang masuk SMA Negeri 4 Kendari itu adalah menyelesaikan semua proses di dalam hal penerimaan siswa baru ini, mulai dari awal sosialisasi secara masif,” katanya.
Ia menjelaskan, dari 822 pendaftar, sebanyak 804 calon siswa datang ke loket pelayanan, kemudian 759 peserta dinyatakan lolos tahap validasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 535 siswa diterima sesuai kuota sekolah.
Menurut Liyu, komposisi penerimaan mengalami penyesuaian karena kuota pada jalur afirmasi dan perpindahan tugas orang tua tidak terpenuhi. Kekurangan kuota tersebut kemudian dialihkan ke jalur domisili dan prestasi sesuai ketentuan sistem.
“Jalur domisili itu datanya hanya 30 persen, tetapi ada kuota afirmasi maupun kuota pindah orang tua atau mutasi orang tua itu tidak mencukupi. Maka kekurangan dari afirmasi maupun pindah itu masuk ke jalur domisili,” jelas Liyu.
Akibat pengalihan tersebut, jumlah siswa yang diterima melalui jalur domisili meningkat menjadi 196 orang dari rencana awal sebanyak 162 orang. Sementara itu, kuota jalur prestasi berdasarkan nilai rapor juga bertambah dari semula 54 siswa menjadi 86 siswa karena adanya sisa kuota dari jalur prestasi akademik berbasis perlombaan.
Liyu juga memaparkan sejumlah data hasil seleksi. Nilai rapor tertinggi yang diterima mencapai 86,99, sedangkan nilai terendah yang masih lolos seleksi sebesar 71,56. Untuk jalur domisili, peserta dengan jarak rumah terjauh yang diterima berada pada radius 983 meter dari sekolah.
Pada jalur prestasi akademik, seluruh peserta dengan capaian juara tingkat nasional maupun kabupaten/kota dinyatakan lolos. Sementara pada jalur prestasi non-akademik, prestasi tertinggi berasal dari tingkat internasional, sedangkan batas akhir penerimaan berada pada peserta dengan prestasi tingkat provinsi yang kemudian diseleksi berdasarkan jarak tempat tinggal.
Meski mengakui masih terdapat beberapa hal yang perlu dievaluasi, Liyu menilai pelaksanaan SPMB tahun ini merupakan salah satu yang terbaik karena berlangsung secara transparan dan menjunjung tinggi integritas.
“Penerimaan murid baru tahun ini sangat sukses buat saya sebagai kepala sekolah. Kenapa? Tanpa intervensi tanpa campur tangan dari siapa pun itu berjalan dengan semestinya,” bebernya.
Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu beranggapan bahwa kelulusan siswa dipengaruhi oleh pihak tertentu.
“Saya sampaikan kepada semua masyarakat bahwa jangan pernah berpikir bahwa dia lolos itu karena bantuan orang lain, tetapi kelulusan mereka adalah benar-benar bahwa itu adalah data dan kemampuan yang mereka miliki,” tandasnya.
Liyu juga mengimbau calon peserta didik yang belum berhasil diterima di SMA Negeri 4 Kendari agar segera memanfaatkan kesempatan di sekolah lain yang masih memiliki kuota.
“Selamat bergabung bagi yang sudah, dan yang belum silakan mencari sekolah-sekolah yang masih kurang kuotanya. Jangan menunggu bahwa di SMA 4 masih ada tambahan,” tambahnya.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, SMA Negeri 4 Kendari telah menetapkan 15 rombongan belajar dengan kapasitas 36 siswa per kelas. Kuota tersebut telah ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga tidak akan ada penambahan kelas.
Menutup keterangannya, Liyu mengajak seluruh pihak terus menjaga integritas dalam penyelenggaraan pendidikan demi meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.





