Kolaka, Berikabar.co – PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa mengajak puluhan siswa SMA Negeri 1 Pomalaa mengenal praktik pertambangan berkelanjutan atau green mining melalui kunjungan edukatif ke Pusat Persemaian (Nursery) Tanggetada di Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut bertujuan memperkenalkan keanekaragaman hayati sekaligus memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Didampingi tim Environmental (Enviro) PT Vale, para siswa bersama guru menyaksikan secara langsung seluruh tahapan pembibitan tanaman. Mulai dari proses persemaian awal, teknik pengembangbiakan menggunakan metode stek, pemindahan bibit ke polybag, hingga melihat tanaman yang telah siap ditanam kembali di area rehabilitasi.
Sebagai bagian dari kegiatan edukasi, para peserta juga mengikuti aksi penanaman pohon bersama di kawasan Nursery Tanggetada sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
Senior Permit & Compliances Analyst PT Vale Indonesia, Emyliana Manurun, mengatakan Nursery Tanggetada merupakan bentuk kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung upaya rehabilitasi lingkungan sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengedukasi generasi muda bahwa perusahaan tambang memiliki komitmen kuat dalam menjaga kelestarian alam melalui praktik greenmining company. Pertambangan tidak selalu merusak, melainkan sebaliknya, kami aktif memelihara lingkungan lewat pembibitan berkapasitas besar ini. Fasilitas ini nantinya akan memenuhi kebutuhan penghijauan di area internal PT Vale, masyarakat, maupun stakeholder terkait,” ujar Emy.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari para siswa yang memanfaatkan masa libur sekolah untuk mengikuti aktivitas edukatif sekaligus berkontribusi terhadap upaya pelestarian lingkungan.
Ketua OSIS SMA Negeri 1 Pomalaa, Davi Qhirand Best Ferdi, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti kunjungan ke Nursery Tanggetada. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai proses pembibitan tanaman hingga upaya rehabilitasi kawasan hijau.
“Hari ini sangat seru bagi kami. Kami bisa belajar banyak hal baru, mulai dari proses stek di cup kecil hingga tanaman siap tumbuh dewasa. Harapan kami ke depan, PT Vale Indonesia terus memberikan dampak terbaik dan konsisten menghidupkan kembali hutan-hutan Indonesia yang mulai terbuka melalui penanaman bibit baru. Bagaimanapun, Indonesia adalah bagian penting dari paru-paru dunia,” ungkapnya.
Melalui pengoperasian Nursery Tanggetada, PT Vale Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjalankan kegiatan pertambangan yang sejalan dengan upaya pemulihan lingkungan. Fasilitas persemaian tersebut diharapkan mampu mendukung kebutuhan penghijauan di wilayah operasional perusahaan, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan, sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan masa depan yang lebih hijau bagi Sulawesi Tenggara dan Indonesia.





