Penyaluran KUR di Sultra Tembus Rp4,1 Triliun, OJK Catat 79.450 Debitur Sepanjang 2025

oleh -95 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulawesi Tenggara sepanjang 2025 mencapai Rp4,1 triliun. Pembiayaan tersebut disalurkan kepada 79.450 debitur yang tersebar di seluruh 17 kabupaten dan kota sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala OJK Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, peningkatan realisasi KUR mencerminkan semakin luasnya jangkauan pembiayaan kepada pelaku UMKM di daerah.

“Realisasi KUR di Sulawesi Tenggara sepanjang 2025 mencapai Rp4,1 triliun dengan 79.450 debitur sebuah pencapaian yang patut kita syukuri. Angka ini mengalami pertumbuhan dibanding tahun-tahun sebelumnya, dan menunjukkan semakin luasnya jangkauan pembiayaan ke pelaku UMKM di seluruh 17 kabupaten/kota,” terangnya.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menetapkan target penyaluran KUR nasional pada 2026 sebesar Rp279,53 triliun. OJK Sultra berkomitmen memberikan kontribusi optimal melalui penguatan koordinasi dengan industri jasa keuangan dan pemangku kepentingan di daerah.

“Untuk 2026, target KUR nasional ditetapkan sebesar Rp279,53 triliun, dan Sultra berkomitmen untuk berkontribusi optimal.”

Selain KUR, OJK Sultra juga mengembangkan Program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR) sebagai alternatif pembiayaan produktif bagi pelaku usaha mikro yang selama ini bergantung pada pinjaman berbunga tinggi.

Bismi mengungkapkan, hingga saat ini program KPMR telah mencatat 325 debitur aktif dengan total plafon pembiayaan mencapai Rp7,23 miliar. Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan formal sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap praktik rentenir.

Menurutnya, kombinasi antara KUR dan KPMR menjadi instrumen penting dalam memperkuat ekosistem pembiayaan UMKM di Sulawesi Tenggara sehingga pelaku usaha memiliki akses modal yang lebih mudah, aman, dan berkelanjutan.

BACA JUGA :  Pemprov Sultra Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program Cetak Sawah Baru Capai 24.700 Hektare