Kendari, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Bank Sultra mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga rekam jejak kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dalam program Instagram Live “OK BGT (Obrolan Keuangan Bareng Generasi Terdepan)”.
Pada episode perdana tersebut, tema yang diangkat adalah “Jaga SLIK Biar Tidak Terslip”. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai fungsi dan manfaat SLIK, perbedaannya dengan BI Checking, serta pemanfaatan informasi SLIK dalam proses analisis kredit oleh lembaga jasa keuangan.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, menegaskan bahwa pemahaman terhadap layanan keuangan menjadi bagian penting dalam membangun budaya pengelolaan keuangan yang sehat.
“Pemanfaatan media sosial menjadi salah satu strategi OJK dalam menghadirkan edukasi keuangan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui program OK BGT, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, mampu memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara bijak, serta terhindar dari berbagai risiko kejahatan keuangan,” ujar Bismi.
Dalam kesempatan tersebut, Bank Sultra turut menjelaskan proses penilaian kelayakan kredit yang dilakukan lembaga keuangan. Informasi SLIK disebut menjadi salah satu komponen yang digunakan dalam analisis calon debitur, namun tetap mempertimbangkan berbagai aspek lain sesuai prinsip kehati-hatian.
Melalui segmen “Numpang Tanya Bareng Marcon (Market Conduct)”, masyarakat juga diberi kesempatan berkonsultasi secara langsung mengenai SLIK, layanan keuangan, penyaluran kredit, dan pelindungan konsumen.
OJK sekaligus mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan jasa perbaikan atau pembersihan SLIK. OJK menegaskan layanan tersebut tidak dipungut biaya dan hanya dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain edukasi mengenai SLIK, OJK Sultra juga melakukan sosialisasi pembukaan pendaftaran Duta Literasi Keuangan Sulawesi Tenggara. Program ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen literasi keuangan yang dapat menyebarluaskan edukasi keuangan di lingkungan sekolah, perguruan tinggi, maupun masyarakat.
Melalui program tersebut, OJK berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat aktif dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat serta membantu mencegah berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal yang merugikan masyarakat.





