Jakarta, Berikabar.co – Kinerja sektor perbankan nasional terus menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang April 2026 dengan kualitas aset dan permodalan yang tetap terjaga.
OJK mencatat kredit perbankan tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Pertumbuhan tertinggi berasal dari Kredit Investasi yang meningkat 19,48 persen.
Berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan mencapai 15,51 persen. Sementara kredit UMKM mulai menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan positif sebesar 0,16 persen.
Di sisi lain, produk Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan terus berkembang. Nilai baki debet BNPL mencapai Rp29,3 triliun atau tumbuh 37,29 persen secara tahunan dengan jumlah rekening mencapai 31,76 juta.
Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 11,39 persen menjadi Rp10.077 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan giro, deposito dan tabungan.
OJK menilai likuiditas perbankan masih sangat memadai. Rasio AL/NCD tercatat 111,13 persen dan AL/DPK sebesar 25,39 persen, jauh di atas ambang batas yang ditetapkan regulator.
Dari sisi risiko, rasio kredit bermasalah atau NPL gross berada di level 2,17 persen dan NPL net sebesar 0,84 persen. Kondisi tersebut menunjukkan kualitas kredit masih terjaga.
Sementara itu, rasio kecukupan modal atau CAR tercatat sebesar 23,97 persen yang menunjukkan ketahanan permodalan bank masih kuat sebagai bantalan menghadapi berbagai risiko ekonomi.





