Jakarta, Berikabar.co – Akademisi sekaligus pakar kepolisian Indonesia, Prof. Dr. Drs. Albertus Wahyurudhanto, M.Si., mengapresiasi meningkatnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan kinerja Polri yang semakin mendapat pengakuan dari masyarakat.
Prof. Albertus yang merupakan Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Pemerintahan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)-PTIK merujuk hasil Survei Litbang Kompas Tahun 2026 yang menunjukkan peningkatan pada tiga indikator utama, yakni tingkat kepercayaan, kepuasan publik, dan citra positif terhadap Polri.
“Tingkat kepercayaan mencapai delapan puluh dua koma empat persen. Sementara kepuasan publik mencapai enam puluh tujuh koma enam persen dan tingkat citra positif mencapai tujuh satu koma lima persen,” ujar Prof. Albertus.
Berdasarkan hasil survei tersebut, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat dari 76,2 persen pada 2025 menjadi 82,4 persen pada 2026. Sementara tingkat kepuasan masyarakat naik dari 65,1 persen menjadi 67,6 persen, dan citra positif Polri mengalami peningkatan dari 64,4 persen menjadi 71,5 persen.
Menurut Prof. Albertus, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat menilai Polri telah menjalankan fungsi utamanya dengan baik sebagai pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, sekaligus penegak hukum dan pembina keamanan serta ketertiban masyarakat.
“Masyarakat melihat Polri telah bekerja dengan baik sesuai dengan tugas pokoknya sebagai pelindung, sebagai pengayom, dan sebagai pelayan masyarakat tetapi juga sebagai penegak hukum dan terutama sebagai pembina kamtibmas,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat Polri berpuas diri. Sebaliknya, hasil survei harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Angka-angka ini harus dimaknai, sebagai cara masyarakat juga untuk melecut Polri sehingga Polri semakin hari menunjukkan data dan fakta bahwa memang niatan itu tidak hanya sekedar niat tetapi memang terimplementasi dengan hasil kinerja yang baik,” tegasnya.
Prof. Albertus berharap Polri terus membuktikan komitmennya melalui kinerja yang nyata, terukur, dan objektif sehingga tingkat kepercayaan masyarakat dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.
“Semoga angka ini dipertahankan selalu, itu akan menunjukkan jati diri Polri yang sebenarnya,” pungkas Guru Besar STIK-PTIK ini.
Peningkatan kepercayaan publik tersebut menjadi salah satu indikator penting atas persepsi masyarakat terhadap kinerja Polri. Capaian itu diharapkan menjadi dorongan bagi institusi kepolisian untuk terus memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan dan semakin dipercaya masyarakat.





