Stok Melimpah, Bulog Sultra Pastikan Pasokan Beras, Minyak, dan Gula Aman untuk Tanggap Darurat

oleh -68 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan kesiapan stok pangan untuk mendukung penanganan kondisi tanggap darurat bencana di berbagai wilayah Sultra. Secara keseluruhan, Bulog menyiagakan cadangan beras yang mencapai puluhan ribu ton untuk mengantisipasi permintaan bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda).

Manager Pemasaran Bulog Kanwil Sultra, Aang Fahri Hajad, menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan komoditas beras maupun komoditas lainnya yang siap disalurkan sesuai dengan permintaan pemerintah. Proses penyaluran ini dilakukan melalui mekanisme koordinasi yang terukur antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Dari Bulog sendiri kami menyediakan komoditas beras atau komoditas lainnya. Nanti diminta dari pemerintah, jadi ada tahapannya. Pemda bersurat ke Bapanas (Badan Pangan Nasional) melalui Dinas Ketahanan Pangan. Itu sudah ada, nanti tinggal kami koordinasi dengan kepala daerah lalu koordinasi dengan Kepala Dinasnya. Kalau komoditas kami itu siap, berapapun itu,” ujar Aang Fahri Hajad kepada sejumlah rekan media di Kendari, Selasa (12/5/2026).

Aang menambahkan bahwa jumlah bantuan yang akan disalurkan nantinya disesuaikan dengan perhitungan jumlah kepala keluarga atau jiwa di wilayah yang terdampak bencana. Terkait ketersediaan stok untuk cadangan bencana, Bulog Sultra memiliki ketahanan pasokan yang sangat kuat.

“Kalau stok Bulog untuk cadangan bencana kita include secara total 80 ribuan ton. Jadi itu nanti yang kami keluarkan misalkan ada permintaan bantuan bencana alam melalui pemerintah di masing-masing Pemda di kabupaten/kota,” lanjutnya.

Hingga saat ini, Bulog telah melakukan koordinasi awal dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi serta Dinas Pertanian dan Peternakan. Beberapa wilayah seperti Konawe Utara (Konut), Kota Kendari, dan Konawe Selatan (Konsel) juga Buton Utara sudah masuk dalam pemantauan koordinasi  dalam pengajuan bantuan.

BACA JUGA :  Telkomsel Journalist Competition 2025: Wadah Kreativitas Jurnalis, Hadiah Utama Wisata ke Malaysia

Terkait regulasi penyaluran, Bulog merujuk pada ketentuan alokasi bantuan pangan untuk daerah. Namun, fleksibilitas pengeluaran cadangan tetap dimungkinkan jika kondisi mendesak dan prosedur administrasi telah terpenuhi.

“Untuk Sultra merujuk aturan yang lama, 100 ton untuk kabupaten/kota dan 200 ton untuk provinsi. Tapi kalau ada cadangan berasnya untuk Bulog masing-masing maka bisa langsung dikeluarkan. Nanti ada mekanismenya, tadi bersurat ke pusat melakukan koordinasi dan bisa mengeluarkan cadangan beras,” jelas Aang.

Selain beras sebagai komoditas utama, Bulog Sultra juga menyiagakan stok komoditas lainnya seperti Minyakita dan gula pasir untuk mendukung kebutuhan logistik masyarakat di lokasi bencana. Dengan ketersediaan stok yang ada, Bulog menjamin permintaan bantuan dari pemerintah daerah akan segera terpenuhi begitu salinan data tanggap darurat diterima dari instansi terkait.