Respon Cepat Banjir Kendari, Polda Sultra Siagakan Mobil Water Treatment hingga Lampu Darurat

oleh -59 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) bergerak cepat menangani dampak banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kota Kendari dengan menyiagakan posko kesehatan dan posko bencana Brimob. Langkah strategis ini diambil guna memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak, mulai dari layanan medis hingga pasokan kebutuhan harian, tetap terpenuhi secara maksimal.

Pusat penanganan darurat ini dibangun dalam bentuk posko terpadu yang menyatukan kekuatan personel kepolisian dengan berbagai instansi terkait. Wakapolda Sultra, Brigjen Pol Dr. Gidion Arief Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum., menjelaskan bahwa integrasi ini bertujuan untuk mempercepat proses evakuasi dan pelayanan masyarakat di titik bencana.

“Ada posko kesehatan, posko bencana dari Brimob, semuanya jadi satu di situ, termasuk dari dinas terkait juga,” ujar Brigjen Pol Gidion saat memantau langsung kondisi banjir di Kawasan Kali Wanggu, Senin (11/5/2026).

Dalam hal pemenuhan konsumsi, Polda Sultra menjalin kolaborasi erat dengan Dinas Sosial dan Badan Gizi Nasional (BGN). Kerja sama ini dilakukan untuk memastikan bantuan pangan yang disalurkan kepada pengungsi tidak hanya mencukupi secara jumlah, tetapi juga memiliki standar gizi yang baik.

“Dari suplai makanan, kami bekerja sama dengan Dinsos dan BGN untuk memberikan distribusi makanan yang cukup dan bergizi,” tambahnya.

Mengantisipasi krisis air bersih, personel Satuan Brimob Polda Sultra juga telah mengerahkan unit mobil water treatment. Armada ini berfungsi untuk mengolah air di lokasi bencana menjadi air bersih yang layak konsumsi, yang kini telah mulai didistribusikan secara merata kepada warga.

Selain masalah logistik dan air bersih, pihak kepolisian juga menyoroti kondisi gelap gulita di sejumlah lokasi pengungsian akibat padamnya aliran listrik. Sebagai solusi jangka pendek, Polda Sultra tengah menyiapkan penyaluran bantuan penerangan darurat guna menjamin keamanan dan kenyamanan warga di malam hari.

BACA JUGA :  Akselerasi Keadilan Energi: Pemerintah Targetkan 1.285 Desa Terang di 2025

“Kendala saat ini adalah penerangan karena listrik padam. Kami akan mengirimkan lampu emergency untuk masyarakat,” tutup Brigjen Pol Gidion.

Kehadiran posko terpadu ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat selama masa tanggap darurat, sekaligus menjadi bukti kehadiran negara di tengah situasi bencana. Personel kepolisian dipastikan akan terus bersiaga di lapangan hingga situasi di Kota Kendari kembali pulih.