Progres Capai 73,4 Persen, PT Vale Targetkan Operasi Blok Pomalaa Mulai Berjalan Tahun 2026

oleh -96 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – PT Vale Indonesia Tbk terus menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengembangan proyek nikel di Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). Hingga saat ini, progres pembangunan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa telah mencapai angka 73,4 persen dan ditargetkan mulai memasuki fase operasional pada tahun 2026 ini.

Head of External Relations PT Vale Indonesia, Endra Kusuma, mengungkapkan bahwa meski belum mencapai 100 persen, dimulainya operasi tahun ini merupakan langkah strategis agar manfaat proyek segera dirasakan oleh pemerintah daerah dan masyarakat Sultra.

“Tahun ini kita targetnya sudah mulai operasi walaupun memang belum 100 persen, tapi kita sudah mulai operasi, tadi kurang lebih 73,4 persen lah progressnya. Kita merencanakan tahun ini mulai operasi sehingga dampaknya, manfaatnya bagi pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi, akan lebih besar lagi,” terang Endra Kusuma.

Sebagai perusahaan yang mengedepankan praktik pertambangan berkelanjutan, PT Vale telah menyiapkan infrastruktur reklamasi bahkan sebelum kegiatan operasi skala penuh dimulai. Salah satu langkah konkretnya adalah penguatan fasilitas persemaian (nursery) yang berlokasi di Kebun Raya Kolaka.

Fasilitas ini menjadi bagian penting dalam rencana pemulihan lahan pasca tambang, guna memastikan setiap jengkal tanah yang dibuka untuk operasi dapat dikembalikan ke fungsi alaminya.

“Kami harus melakukan kegiatan reklamasi pasca tambang. Persiapan sudah kita lakukan melalui peresmian nursery di Kebun Raya Kolaka dengan kapasitas satu juta bibit. Begitu ada lahan yang dibuka, kita kembalikan lagi tanahnya,” tambah Endra.

PT Vale juga fokus pada penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pelibatan sektor swasta lokal. Endra menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen membuka ruang bagi kontraktor lokal untuk berpartisipasi aktif dalam ekosistem bisnis PT Vale di Pomalaa.

BACA JUGA :  Bank Sultra Gelar Program BANGHOKI, Hadiah Miliaran Rupiah Menanti Nasabah Setia Tabungan SIMPEDA

Peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal menjadi prioritas agar masyarakat di wilayah pemberdayaan memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar operasional perusahaan.

“Kami juga sudah mulai persiapan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya, termasuk juga pelibatan kontraktor untuk pengusaha lokal agar berpartisipasi dengan kita, sesuai dengan kapasitas dan kompetensi masing-masing,” pungkasnya.

Dengan integrasi antara progres konstruksi yang cepat, komitmen lingkungan yang kuat, dan pemberdayaan masyarakat lokal, PT Vale Indonesia berharap proyek IGP Pomalaa dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru yang hijau dan inklusif di Sulawesi Tenggara.