Pimpin Apel Gerakan Indonesia ASRI, Wamendagri Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Teluk Kendari

oleh -92 Dilihat

Kendari, Berikabar.co — Pemerintah pusat terus mendorong penguatan penanganan sampah terpadu dan budaya gotong royong masyarakat guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Apel Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) yang dipimpin langsung Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Akhmad Wiyagus, di kawasan Anjungan Teluk Kendari, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan wisata pungut sampah sebagai bentuk edukasi dan aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan Teluk Kendari.

Dalam arahannya, Wamendagri Akhmad Wiyagus menyampaikan bahwa Gerakan Indonesia ASRI merupakan program nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pengelolaan sampah terpadu sekaligus membangun budaya hidup bersih di seluruh daerah.

“Fokus utama gerakan ini adalah pengelolaan sampah nasional dan membangun budaya gotong royong masyarakat agar peduli terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya saat memimpin apel dan wisata pungut sampah.

Ia menjelaskan, Gerakan Indonesia ASRI bertujuan mendorong pengelolaan sampah secara terpadu, memperkuat budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengembangkan tata ruang terbuka yang sehat dan nyaman, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.

Menurutnya, persoalan sampah saat ini tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan biasa karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, kenyamanan lingkungan, hingga kualitas kawasan perkotaan.

Berdasarkan data nasional tahun 2025, masih terdapat sekitar 109 ribu ton sampah per hari yang belum terkelola secara optimal. Karena itu, pemerintah pusat mendorong keterlibatan seluruh elemen mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, komunitas, hingga masyarakat sebagai kunci dalam menyelesaikan persoalan sampah secara terpadu dan berkelanjutan.

“Bapak Menteri Dalam Negeri selalu menekankan bahwa saat ini kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk masalah kebersihan,” katanya.

BACA JUGA :  Bupati Luwu Timur Pimpin Rapat Koordinasi, Bahas Transparansi dan Penanganan Dampak Kebocoran Pipa PT Vale

Wamendagri menambahkan, kehadiran pemerintah pusat di Kota Kendari merupakan bagian dari rangkaian kegiatan nasional yang puncaknya akan dilaksanakan pada malam hari melalui agenda Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026.

Di akhir arahannya, ia mengajak seluruh peserta bersama-sama menjaga dan membersihkan Teluk Kendari sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan indah.

Selain agenda Gerakan Indonesia ASRI, kunjungan Wamendagri di Kota Kendari juga dirangkaikan dengan peninjauan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan di pelataran Kantor Balai Kota Kendari.

Dalam sambutannya, Wamendagri menyoroti tantangan ketahanan pangan di tengah dinamika geopolitik global, perubahan iklim, serta cuaca ekstrem yang memengaruhi produktivitas pangan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi makro nasional masih terjaga dengan pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2026 mencapai 5,61 persen.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Kendari yang telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah sekitar 200 kali sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan kebutuhan pokok masyarakat.

Menurutnya, stok cadangan beras pemerintah yang mencapai sekitar 5 juta ton menjadi salah satu penopang stabilitas pangan nasional.

“Ketahanan pangan ini menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi stabilitas ekonomi makro kita. Namun hal itu tidak akan berarti jika masyarakat sulit mengakses kebutuhan pangan. Karena itu, pasar murah menjadi solusi untuk mendekatkan masyarakat dengan pangan murah dan terjangkau,” ujarnya.

Usai menyerahkan bantuan kepada korban banjir, Wamendagri bersama rombongan meninjau sejumlah tenant Gerakan Pangan Murah yang terdiri dari stand UMKM dan stand sembako di pelataran Kantor Wali Kota Kendari.

Dalam peninjauan tersebut, Wamendagri didampingi Wakil Gubernur Sultra, Hugua, melihat langsung berbagai komoditas kebutuhan pokok yang dijual dengan harga terjangkau, di antaranya beras SPHP kemasan 5 kilogram, minyak goreng, dan telur.

BACA JUGA :  Sultra Maimo 2025 Sajikan UMKM, Digitalisasi, dan Hadiah Menarik

Dalam keterangannya kepada awak media, Wakil Gubernur Sultra, Hugua mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan program Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan, dan saat ini ketersediaan pangan di daerah dinilai masih aman serta mencukupi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, ia menegaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI pada intinya mengajak masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah dari rumah sebagai tanggung jawab bersama demi mewujudkan lingkungan yang bersih.