Kendari, Berikabar.co – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat sektor pertanian dan perkebunan sebagai bagian dari upaya mendukung visi-misi pembangunan daerah, khususnya penguatan agromaritim di Sultra. Melalui Dinas Perkebunan dan Hortikultura, berbagai program strategis disiapkan sepanjang tahun 2026 guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tenggara, L.M. Rusdin Jaya, mengatakan tahun ini pihaknya mendapatkan alokasi program yang cukup signifikan untuk penguatan sektor hulu subsektor perkebunan.
“Ini bagian dari penguatan sektor hulu subsektor perkebunan. Di tahun 2026, beberapa komoditas alhamdulillah berhasil diperjuangkan oleh Bapak Gubernur, Andi Sumangerukka melalui Dinas Perkebunan dan Hortikultura,” ujarnya, Kamis (21/05/26).
Salah satu komoditas yang menjadi fokus utama adalah kakao. Pemerintah menyiapkan sebanyak 28.400.000 batang bibit kakao yang akan disalurkan ke tujuh kabupaten, yakni Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Selatan, dan Konawe Utara.

Rusdin menjelaskan, pihaknya bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian dan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Sultra telah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pertumbuhan bibit di sejumlah lokasi penangkaran.
“Prediksi sesuai jadwal, insyaallah kita akan melakukan salur di bulan Oktober atau November tahun ini,” katanya.
Selain kakao, penguatan sektor perkebunan juga dilakukan melalui pengadaan bibit kelapa sebanyak 473 ribu batang yang tersebar di Kabupaten Muna, Konawe Selatan, Bombana, Wakatobi, Kolaka Utara, Konawe Utara, dan Buton Utara.
Menurut Rusdin, kelapa memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu komoditas unggulan baru di Sulawesi Tenggara karena tingginya minat petani untuk mengembangkan tanaman tersebut.
“Khusus kelapa ini insyaallah akan menjadi unggulan baru kita di Sulawesi Tenggara karena kebutuhan dan keinginan petani untuk menanam kelapa cukup tinggi,” ungkapnya.
Pemerintah juga menyiapkan bantuan bibit lada sebanyak 560 ribu batang yang akan didistribusikan di Konawe, Konawe Selatan, dan Kolaka Timur. Sementara bibit pala sebanyak 78 ribu batang akan disalurkan di Kolaka Utara dan Konawe Selatan.
Untuk komoditas jambu mete atau mente, Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra menyiapkan sebanyak 1.144.000 batang yang tersebar di delapan kabupaten, yakni Buton, Muna, Konawe Selatan, Bombana, Buton Tengah, Buton Selatan, Buton Utara, dan Konawe.
Rusdin menegaskan seluruh proses pengadaan bibit dilakukan oleh Kementerian Pertanian, sedangkan pemerintah daerah bertugas melakukan verifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) hingga memastikan bantuan diterima kelompok tani penerima manfaat.

“Semua proses pengadaan barang dan pemilihan penyedia dilakukan oleh kementerian. Kami di provinsi dan kabupaten berkewajiban menyiapkan CPCL dan memastikan bantuan sampai ke kelompok tani,” jelasnya.
Selain penguatan subsektor perkebunan, Pemprov Sultra juga mendorong penguatan hortikultura melalui program pembagian benih cabai di Kabupaten Konawe Utara sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.
Saat ini, proses pelaksanaan masih berada pada tahap verifikasi CPCL sebelum distribusi dilakukan menyesuaikan kondisi iklim.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan lima kegiatan pembangunan Jalan Usaha Tani yang difokuskan di wilayah Kolaka Raya dan Kabupaten Muna. Program tersebut diarahkan untuk mendukung sentra hortikultura dan perkebunan agar akses distribusi hasil pertanian semakin baik.
“Kami melakukan verifikasi yang ketat agar benar-benar lokasinya clear and clean dan sesuai peruntukannya bagi lahan perkebunan dan hortikultura,” tutup Rusdin. (Adv)







