Kendari, Berikabar.co — Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyatakan kesiapan dirinya secara lahir dan batin jika dipercayakan untuk menahkodai Lembaga Budaya Muna (LBM). Kesiapan tersebut didasari oleh keinginan tulus untuk menjadikan lembaga ini sebagai wadah pemersatu yang kuat bagi seluruh kekerabatan masyarakat Muna, baik yang berdomisili di pulau leluhur maupun yang berada di perantauan.
Darwin menegaskan bahwa kepemimpinan yang akan ia jalankan ke depan mengedepankan tanggung jawab penuh untuk membawa marwah masyarakat Muna ke arah yang lebih elegan dan disegani.
“Kalau saya diminta untuk menjadi ketua, saya siap. Apa namanya mengesankan lembaga ini kemudian supaya bisa mempersatukan (warga Muna). Nah itu saya siap. Artinya yang baik itu dalam sisi segala sesuatunya menjadi tanggung jawab saya ke depan untuk bagaimana orang (Muna) bisa bersatu tetapi elegan,” tegas Darwin.
Ia menambahkan, eksistensi LBM di bawah arahannya nanti tidak sekadar menjadi papan nama organisasi. Dirinya telah merancang sejumlah program kerja konkret jangka pendek dan panjang, seperti pelatihan keterampilan berkala per enam bulan hingga penguatan aspek kebudayaan secara masif guna menyentuh potensi warga Muna di luar daerah.
Namun, Darwin menggarisbawahi dengan tegas bahwa kesediaannya menduduki kursi ketua lembaga adat dan kemasyarakatan ini murni demi pengabdian sosial, bukan sebagai batu loncatan atau kendaraan politik praktis demi ambisi personalnya di masa depan.
“Garis bawahi bahwa tentu tujuan saya adalah bagaimana bisa membantu kalau kita orang Muna yang bukan hanya tinggal di Muna, tapi yang terjadi di luar daerah. Ada beberapa program yang bisa kita lakukan, misalnya dibatalkan (evaluasi berkala) atau kita melakukan pelatihan, alat dan sebagainya. Budaya itu menjadi program kita. Sekali lagi kalaupun jadi ketua itu bukan berarti untuk menjadi alat kekuatan politik saya ke depan,” pungkasnya.





