Bangun Reputasi Lewat Kinerja dan Sejarah, Pusjarah Polri Bedah Strategi Presisi di Era Digital

oleh -98 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co  – Pusat Sejarah (Pusjarah) Polri resmi menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun Anggaran 2026 di Hotel Oakwood Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026). Mengangkat tema “Reaktualisasi Tribrata dan Catur Prasetya untuk Penguatan Polri Presisi dalam Mendukung Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026”, agenda ini menjadi langkah strategis dalam memperkokoh fondasi nilai-nilai dasar kepolisian di tengah modernisasi.

Kepala Pusat Sejarah Polri, Brigjen Pol Abas Basuni, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Pusjarah memiliki tanggung jawab besar yang melampaui sekadar pendokumentasian. Menurutnya, lembaga ini merupakan penjaga sistem nilai yang menjadi identitas utama institusi kepolisian.

“Profesionalisme tugas Polri tidak dapat diwujudkan secara serta-merta, melainkan melalui upaya nyata yang terimplementasi melalui program dan kebijakan. Nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya menjadi pedoman hidup dan pedoman kerja anggota Polri,” tegas Brigjen Pol Abas Basuni dalam sambutannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memegang teguh amanat sejarah sebagai kompas dalam memberikan pelayanan yang berintegritas.

“Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Sejarah menjadi sarana pengikat dan pengingat insan Bhayangkara dalam menjaga identitas bangsa serta memberikan pelayanan yang berintegritas kepada masyarakat,” lanjut Kapusjarah.

Rakernis yang berlangsung hingga 12 Mei ini turut menghadirkan narasumber berkompeten untuk membekali para peserta, baik yang hadir secara daring maupun luring. Irwasum Polri (diwakili Brigjen Pol Eddy Hermanto) dan As SDM Kapolri (diwakili Brigjen Pol Budhi Herdi Susianto) memberikan penguatan terkait integritas serta profesionalisme sumber daya manusia menuju Polri Presisi.

Dari sisi komunikasi publik, Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, menyoroti tantangan berat di era digital seperti ancaman misinformasi dan disinformasi. Ia menekankan bahwa setiap personel, termasuk di lingkungan Pusjarah, wajib menyampaikan informasi secara profesional dan akurat agar masyarakat mendapatkan gambaran utuh mengenai kinerja kepolisian.

BACA JUGA :  Pandemi, Pemilu Raya Mahasiswa UHO Digelar Lewat Aplikasi SIAKAD

“Reputasi Polri terbentuk dari akumulasi kinerja, sikap, dan interaksi personel dengan masyarakat yang dilakukan secara konsisten,” ujar Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Perspektif eksternal juga dihadirkan melalui Komisioner Kompolnas RI, Irjen Pol (Purn) Ida Oetari Poernamasari, yang mengapresiasi langkah Pusjarah dalam menginternalisasi nilai pelindung dan pengayom masyarakat. Sementara itu, dari sisi pengawasan, Kadiv Propam Polri (diwakili AKBP Dr. H. Heru Waluyo) menegaskan bahwa penguatan nilai Tribrata dan Catur Prasetya merupakan kunci utama untuk meminimalisir pelanggaran disiplin maupun kode etik.

Melalui Rakernis ini, Pusjarah Polri berharap nilai-nilai dasar kepolisian dapat terus terpelihara dan terinternalisasi dalam sanubari setiap anggota. Hal ini diharapkan mampu memperkuat dedikasi Polri dalam mengabdi kepada masyarakat di tengah dinamika perkembangan global yang kian kompleks.