Wujudkan Agenda Prioritas ASR-Hugua, Pemprov Sultra Hadirkan Ambulans Laut

oleh -70 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berkomitmen dalam memeratakan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.

Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sultra, pemerintah daerah kini sedang mematangkan rencana pengadaan unit ambulans laut untuk mengatasi hambatan geografis dalam proses rujukan pasien.

Sektor kesehatan sendiri menjadi salah satu fokus utama dalam arah pembangunan daerah saat ini.

Bidang ini masuk dalam empat agenda prioritas yang dicanangkan di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka dan Hugua.

Saponda merupakan salah satu wilayah pesisir laut yang ada di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra)

Selain kesehatan, tiga sektor lain yang menjadi perhatian utama yakni pendidikan, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ketahanan pangan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, dr. Andi Edy Surahmat mengatakan, gagasan ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Sultra sebagai solusi atas kendala yang kerap dialami warga pesisir.

Selama ini, rujukan pasien antar-pulau masih sangat bergantung pada kapal-kapal kecil milik warga yang kondisinya kurang memadai untuk tindakan medis darurat.

“Bapak Gubernur menginisiasi pengadaan ambulans laut ini karena melihat kondisi di lapangan. Selama ini, masyarakat di kepulauan yang butuh rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan yang lebih lengkap masih menggunakan kapal nelayan atau kapal kecil. Hal ini tentu tidak memadai dan berisiko bagi keselamatan pasien,” kata dr. Andi Edy.

Menurutnya, untuk tahap awal, Pemerintah Provinsi Sultra telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan dua unit ambulans laut pada 2026 ini.

Saat ini, proses pengadaan sedang dalam tahap tinjauan (review) oleh pihak Inspektorat dan Biro Hukum guna memastikan seluruh prosedur sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Dengan anggaran yang ada saat ini, harapan bapak gubernur paling tidak tahun ini ada dua unit ambulans laut yang disiapkan. Saat ini masih proses review agar pengadaan barangnya tertib secara administrasi dan hukum,” beber dr. Andi Edy.

BACA JUGA :  Gotong Royong Pulihkan Towuti: Kolaborasi PT Vale, Pemerintah, dan Warga Tangani Insiden Pipa

Ke depan, katanya, target jangka panjang adalah memastikan setiap kabupaten/kota yang memiliki wilayah kepulauan di Sultra memiliki armada ambulans laut sendiri.

Mengenai operasional dua unit pertama ini, dr. Andi Edy menuturkan bahwa pengelolaan sementara akan berada di bawah wewenang Pemprov Sultra. Namun, titik penempatan unit tersebut masih akan dikonsultasikan lebih lanjut dengan gubernur.

“Untuk operasionalnya, sementara akan dipegang oleh Provinsi. Terkait penempatannya di kabupaten mana saja, kami akan melakukan audiensi kembali dengan bapak gubernur untuk mendapatkan arahan lebih lanjut agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan,” dr. Andi Edy memungkas.

Melalui program prioritas ini, diharapkan angka keselamatan pasien di wilayah kepulauan dapat meningkat secara signifikan, serta memangkas waktu tempuh rujukan medis sehingga masyarakat mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, dan aman. (Adv)