Kendari, Berikabar.co – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, menekankan bahwa kolaborasi erat antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah merupakan instrumen vital dalam mendorong pengembangan UMKM serta penguatan ekonomi syariah. Sinergi ini menjadi fokus utama dalam perhelatan Sultra Maimo Sharia Fest 2026 sebagai wadah penguatan ekonomi berbasis kerakyatan di Bumi Anoa.
Edwin menegaskan bahwa pemerintah daerah adalah mitra strategis yang memastikan seluruh program Bank Indonesia, mulai dari pemberdayaan hingga perluasan akses pasar ekspor bagi UMKM, dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Daerah adalah mitra terbaik bagi kami. Kami tidak mungkin membuat kegiatan yang berseberangan. Semua harus sejalan, satu visi dan misi, terutama dalam mendukung UMKM,” ujar Edwin Permadi.
Bank Indonesia berkomitmen tidak hanya memberikan pendampingan teknis, tetapi juga bertindak sebagai pembuka jalan bagi para pelaku usaha untuk menembus jaringan pasar yang lebih luas. Menurut Edwin, dukungan terhadap proses bisnis UMKM harus dilakukan secara menyeluruh.
“Ketika kita mendukung UMKM, tentu kita juga harus membantu prosesnya dan membuka jalannya. Itu yang terus kami dorong,” tambahnya.
Selain sektor UMKM umum, pengembangan ekonomi syariah melalui pemberdayaan pondok pesantren menjadi prioritas. Saat ini, terdapat sedikitnya 17 pesantren di Sulawesi Tenggara yang telah berhasil membangun unit usaha produktif secara mandiri. Unit usaha ini tidak hanya mendukung kemandirian lembaga, tetapi juga berperan dalam menjaga stabilitas harga di daerah.
“Contohnya, ada sekitar 17 pesantren yang punya usaha seperti beras. Ini kami dukung, sekaligus menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi, karena mereka juga bergerak di sektor pangan,” jelas Edwin.
Edwin menutup dengan menekankan bahwa keberhasilan transformasi ekonomi daerah sangat bergantung pada integrasi program dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dekranasda dan pelaku usaha di tingkat kabupaten/kota.
Integrasi ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan ekonomi yang berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. “Intinya, semua yang kita lakukan harus sejalan dan saling mendukung, baik dengan pemerintah daerah maupun stakeholder lainnya,” pungkasnya.





