Lawan Stunting, Pemerintah Provinsi Sultra Padukan Pendekatan Medis dan Perubahan Perilaku Budaya

oleh -98 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mempertegas komitmennya dalam mencetak generasi unggul melalui penguatan intervensi spesifik penanganan stunting yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Langkah strategis ini diambil guna mengejar target penurunan prevalensi stunting yang signifikan di seluruh wilayah Bumi Anoa.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Gubernur Sultra, Dr. Ir. Hugua, M.Ling, saat membuka pertemuan evaluasi pelaksanaan intervensi spesifik stunting tingkat Provinsi Sultra tahun 2026 di Hotel Claro Kendari, Rabu (8/4/2026). Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan dari seluruh kabupaten dan kota se-Sultra.

Dalam arahannya, Wagub Hugua menekankan bahwa penanganan stunting adalah amanat konstitusi yang berdampak langsung pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan harus menyentuh aspek paling mendasar dalam kehidupan masyarakat.

“Stunting ini berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi sejak dini. Kualitas manusia sangat ditentukan oleh asupan zat gizi esensial dalam tubuh. Kalau ini tidak terpenuhi, maka akan berdampak pada kemampuan fisik, mental, hingga produktivitas ke depan,” ujar Hugua.

Saat ini, prevalensi stunting di Sulawesi Tenggara masih berada di angka 26,1 persen. Pemerintah daerah berkomitmen bekerja keras untuk menggenjot penurunan angka tersebut hingga sekitar 5 persen, agar posisi Sultra minimal dapat mencapai rata-rata nasional.

Guna mencapai target ambisius tersebut, Pemprov Sultra memperkuat dua jalur utama. Pertama, jalur promosi melalui edukasi pola makan bergizi seimbang bagi ibu hamil, balita, dan keluarga. Kedua, jalur kuratif melalui layanan pengobatan bagi kasus stunting yang dipicu oleh faktor kesehatan atau penyakit penyerta yang menghambat penyerapan gizi pada anak.

Selain aspek medis, Pemprov Sultra juga menyoroti pentingnya perubahan perilaku melalui pendekatan budaya. Strategi komunikasi yang efektif dinilai perlu menyentuh aspek sosial agar kebiasaan sehari-hari masyarakat dapat mendukung keberhasilan program.

BACA JUGA :  Seakan Terima Kado Akhir Tahun, Puluhan Jemaah Umrah Doakan ASR

Wagub Hugua juga mengingatkan pentingnya sinergi lintas sektor dan wilayah. Perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi harus dilakukan secara kolektif antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Sebagai bagian dari penguatan tata kelola, evaluasi berkala akan dilakukan sepanjang tahun guna memastikan setiap intervensi tepat sasaran dan menjadi dasar penyusunan strategi di masa mendatang.