IMK April 2026 Menguat, Tapi Kepercayaan Konsumen Kembali Turun

oleh -92 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat Indeks Menabung Konsumen (IMK) pada April 2026 mengalami kenaikan tipis sebesar 0,2 poin menjadi 79,7 dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama ditopang membaiknya kemampuan masyarakat dalam menabung, meski kemauan untuk menyisihkan pendapatan masih tertahan akibat tekanan kenaikan harga kebutuhan rumah tangga.

Berdasarkan hasil Survei Konsumen dan Perekonomian (SKP) LPS, peningkatan IMK didorong oleh naiknya Indeks Kemampuan Menabung (IKPM) sebesar 1,7 poin ke level 73,6. Sementara itu, Indeks Kemauan Menabung (IKMM) justru turun 1,3 poin menjadi 85,8.

Perkembangan tersebut menunjukkan adanya perbaikan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan, namun belum diikuti peningkatan minat menabung karena ekspektasi pengeluaran konsumsi rumah tangga yang masih tinggi.

Peningkatan IKPM tercermin dari menurunnya jumlah responden yang mengaku tidak pernah menabung, dari 34,0 persen pada Maret 2026 menjadi 31,7 persen pada April 2026. Selain itu, persentase responden yang menyatakan jumlah tabungannya lebih kecil dari rencana juga menurun dari 40,7 persen menjadi 38,9 persen.

Di sisi lain, pelemahan IKMM terjadi karena semakin sedikit masyarakat yang menilai saat ini sebagai waktu yang tepat untuk menabung. Persentasenya turun dari 24,4 persen menjadi 23,5 persen. Optimisme untuk menabung dalam tiga bulan mendatang juga melemah dari 37,4 persen menjadi 33,7 persen.

Secara kelompok pendapatan, kenaikan IMK paling besar terjadi pada rumah tangga berpendapatan hingga Rp1,5 juta per bulan yang naik 2,6 poin. Kelompok berpendapatan di atas Rp7 juta per bulan juga mencatat kenaikan 2,4 poin, sedangkan kelompok Rp3 juta hingga Rp7 juta naik tipis 0,1 poin.

Namun, IMK rumah tangga dengan pendapatan Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per bulan justru turun 2,4 poin. Meski demikian, kelompok rumah tangga berpendapatan di atas Rp7 juta per bulan masih mencatat IMK di atas level 100 yang menunjukkan kemampuan dan kemauan menabung relatif tetap kuat.

BACA JUGA :  BPOM Kendari Beberkan Temuan Produk TMK Jelang Nataru

Sementara itu, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada April 2026 kembali mengalami pelemahan. LPS mencatat IKK turun 1,8 poin menjadi 90,0 dari sebelumnya 91,8 pada Maret 2026. Angka tersebut menjadi level terendah sejak Desember 2022.

Penurunan IKK dipicu melemahnya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini, terutama terkait lapangan kerja dan ekonomi lokal. Indeks Situasi Saat Ini (ISSI) turun 3,6 poin menjadi 68,5, sedangkan Indeks Ekspektasi (IE) turun tipis 0,4 poin menjadi 106,1.

Meski mengalami penurunan, level IE yang masih berada di atas 100 menunjukkan masyarakat tetap optimistis terhadap prospek ekonomi dan pendapatan rumah tangga ke depan.

LPS mencatat pelemahan kepercayaan konsumen dipengaruhi sejumlah faktor seperti kenaikan harga bahan pokok, terbatasnya lapangan kerja, gagal panen, gangguan sektor pertanian, hingga kenaikan harga elpiji dan BBM nonsubsidi.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terhadap meningkatnya pengeluaran rumah tangga dan potensi kenaikan harga barang kebutuhan lainnya.

Berdasarkan kelompok pendapatan, penurunan IKK terbesar terjadi pada rumah tangga berpendapatan hingga Rp1,5 juta per bulan yang turun 10,3 poin. Penurunan juga terjadi pada kelompok pendapatan Rp1,5 juta hingga Rp3 juta sebesar 2,1 poin dan kelompok Rp3 juta hingga Rp7 juta sebesar 1,4 poin.

Sebaliknya, rumah tangga berpendapatan di atas Rp7 juta per bulan justru mencatat kenaikan IKK sebesar 5 poin dan tetap berada di atas level 100, menandakan optimisme kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi masih terjaga.