Konawe, Berikabar.co — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari menunjukkan kepedulian nyata terhadap kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis bertajuk “Imigrasi untuk Rakyat”. Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, pada Kamis (23/4/2026) ini diserbu ratusan warga yang antusias memeriksakan kondisi kesehatan mereka.
Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Desa Lalonggasumeeto sebagai desa binaan, tetapi juga meluas hingga ke desa tetangga seperti Desa Soropia dan Desa Kapoiala. Inisiatif ini merupakan langkah konkret Imigrasi Kendari dalam memperluas peran instansi, tidak hanya di bidang keimigrasian, tetapi juga dalam pemberdayaan sosial yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari, Muhammad Novrian Jaya, menegaskan bahwa aksi ini merupakan implementasi dari program strategis kementerian, khususnya dalam memberikan kontribusi sosial yang berkelanjutan di sekitar unit pelaksana teknis.
“Melalui kegiatan Imigrasi untuk Rakyat ini, kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Imigrasi tidak hanya sebatas pelayanan keimigrasian, tetapi juga sebagai bagian dari pemerintah yang peduli terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” ucap Muhammad Novrian Jaya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan poin ke-13 Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kehadiran Imigrasi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, tidak hanya dalam aspek pelayanan keimigrasian, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang berkelanjutan,” tambahnya.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, Yones. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi langkah inovatif Imigrasi Kendari yang telah membantu pemerintah daerah dalam memfasilitasi akses kesehatan bagi warga di pelosok.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Imigrasi Kendari atas terselenggaranya kegiatan ini. Kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat dalam memperoleh akses layanan kesehatan,” kata Yones.
Yones mencatat layanan ini mampu menjangkau hingga 300-400 warga sebagai upaya deteksi dini kesehatan. Ia pun berharap langkah humanis ini dapat menginspirasi instansi lain untuk melakukan hal serupa.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi instansi lain untuk turut berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui pendekatan pelayanan yang inklusif ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari berupaya mempererat hubungan antara pemerintah dan rakyat, sekaligus membuktikan bahwa birokrasi masa kini hadir lebih responsif dan peduli terhadap kemanusiaan.





