Wujudkan Swasembada Pangan, PT Vale dan Kemenko Pangan Panen Riset Padi Organik Spesifik Kolaka

oleh -105 Dilihat

Kolaka, Berikabar.co – Langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan di Kabupaten Kolaka. Pada Minggu (8/3/2026), dilakukan panen bersama hasil riset pengembangan budidaya padi organik dan konvensional berkelanjutan spesifik lokal Kolaka, sekaligus pengenalan teknologi pertanian “Salibu Ratoon” yang diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas lahan secara efisien.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) IGP Pomalaa dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Pemerintah Kabupaten Kolaka. Program ini menyasar optimalisasi lahan pertanian melalui penggunaan varietas unggul dan metode organik yang ramah lingkungan.

Head of External Relations Regional and Growth PT Vale IGP Pomalaa, Endra Kusuma, menegaskan bahwa PT Vale menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama yang sejalan dengan program strategis pemerintah pusat hingga desa.

“Alhamdulillah, PT Vale melihat bahwa ketahanan pangan adalah program strategis dari pemerintah. Selama ini kami telah berkolaborasi dalam mendukung program tersebut. Di Kolaka, kami memiliki program padi organik yang sudah mencapai kurang lebih 50 hektare di empat kecamatan. Kami kembangkan terus karena hasil padi organik ini semakin lama semakin besar. Kami juga mendukung program ketahanan pangan Pak Prabowo, mudah-mudahan ke depannya produksi padi di Kolaka bakal meningkat,” ujar Endra Kusuma.

Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Bidang Pangan, Widiastuti, menekankan pentingnya pengujian varietas melalui demonstration plot (demplot) untuk mendapatkan benih unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim.

“Kita tahu ada enam varietas yang diuji, semua punya kekhasan dan keunggulan masing-masing. Di sinilah kegunaannya demplot untuk menguji apakah varietas bisa dilanjutkan. Kita sudah butuh benih unggul. Tahun 2025 kita sudah melakukan pergerakan produktivitas dan swasembada beras, tapi jangan terlena. Prediksi 2026 akan kemarau, kita harus siap dengan masalah irigasi, kualitas SDM, serta benih unggul sebagai satu kesatuan yang berkesinambungan,” jelas Widiastuti.

BACA JUGA :  Arbi Aditama Tampil Matang, Raih Kemenangan Gemilang Sekaligus Segel Juara Asia Kelas AP250

Pemerintah Kabupaten Kolaka menyambut baik inisiatif ini sebagai bukti nyata potensi besar sektor pertanian di Bumi Mekongga. Sekda Kolaka, Akbar, menyampaikan apresiasinya kepada PT Vale yang telah memfasilitasi riset pengembangan ini.

“Ini merupakan bukti bahwa ketahanan pangan di Kabupaten Kolaka dalam kondisi yang bagus. Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada PT Vale. Mudah-mudahan ini bisa kita kembangkan lagi lebih luas, bagaimana ke depannya pertanian kita lebih efisien dengan mengoptimalkan potensi yang ada, mengingat selama ini kita banyak mengandalkan pupuk kimia dalam kegiatan pertanian dan perkebunan,” tutur Akbar.

Melalui pengenalan teknologi Salibu Ratoon—metode budidaya padi di mana petani tidak perlu menanam ulang bibit melainkan memanfaatkan tunas dari sisa panen sebelumnya—diharapkan biaya produksi petani dapat ditekan sementara hasil panen tetap optimal. Sinergi ini diharapkan menjadi model pengembangan pertanian berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain di Sulawesi Tenggara.